When Troubles Come

posted in: Sermon | 0

2 Raja-Raja 4:1-7 | Pdt. Paulus Surya

Elisha and the Widow’s Oil (Listen)

Now the wife of one of the sons of the prophets cried to Elisha, “Your servant my husband is dead, and you know that your servant feared the LORD, but the creditor has come to take my two children to be his slaves.” And Elisha said to her, “What shall I do for you? Tell me; what have you in the house?” And she said, “Your servant has nothing in the house except a jar of oil.” Then he said, “Go outside, borrow vessels from all your neighbors, empty vessels and not too few. Then go in and shut the door behind yourself and your sons and pour into all these vessels. And when one is full, set it aside.” So she went from him and shut the door behind herself and her sons. And as she poured they brought the vessels to her. When the vessels were full, she said to her son, “Bring me another vessel.” And he said to her, “There is not another.” Then the oil stopped flowing. She came and told the man of God, and he said, “Go, sell the oil and pay your debts, and you and your sons can live on the rest.”

Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa pada saat kesulitan hidup datang, ketahuilah bahwa Tuhan tidak tinggal diam dan siap menolong kita. Apa yang seharusnya kita lakukan tatkala kesulitan hidup datang?

Adukan masalah kita kepada Tuhan
Dalam keadaan terjepit karena suaminya yang mati meninggalkan hutang, seorang istri nabi megadukan masalahnya kepada Tuhan melalui nabi Elisa. Beberapa penafsir memperkirakan bahwa wanita ini adalah istri dari Obaja (lihat 1 Raja 18). Saat kita menghadapi masalah, kepada siapa kita mencari pertolongan? Jangan hidup seperti yatim piatu karena kita memiliki Bapa Surgawi.

Imani perintah Tuhan
Ayat 2-6 mencatat tentang perintah Elisa kepada wanita ini yang sebenarnya tidak masuk akal / melampaui akal. Elisa memerintahkan supaya wanita ini meminjam banyak bejana kosong untuk diisi dengan minyak dari sebuah buli-buli. Meski melampaui akal, wanita ini mengimani dan mentaatinya. Sejauh mana kita mengimani dan mentaati perintah-perintah
Tuhan? Perintah Tuhan yang membawa mujizat terbesar adalah percaya kepada Yesus.

Bertanggung-jawab memakai berkat-berkatNya
Saat wanita itu mengalami pertolongan Tuhan, dia memberitahukannya kepada Elisa dan menerima perintah untuk membayar hutang dan hidup dari lebihnya. Wanita ini bertanggung-jawab memakai berkat-berkat Tuhan dengan benar. Seperti wanita ini yang tidak dapat membayar hutang dan ditolong oleh Tuhan, maka kita juga pada dasarnya memiliki hutang dosa dan mendapat pertolongan dari Tuhan Yesus. Sejauh mana kita memakai dengan bertanggungjawab berkat keselamatan dari Tuhan?

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 30 Mei 2021

Leave a Reply