Menggenapkan Apa Yang Kurang

posted in: Sermon | 0

Kolose 1:24-29 | Pdt. Erick Kartawijaya

Paul’s Ministry to the Church (Listen)

24 Now I rejoice in my sufferings for your sake, and in my flesh I am filling up what is lacking in Christ’s afflictions for the sake of his body, that is, the church, 25 of which I became a minister according to the stewardship from God that was given to me for you, to make the word of God fully known, 26 the mystery hidden for ages and generations but now revealed to his saints. 27 To them God chose to make known how great among the Gentiles are the riches of the glory of this mystery, which is Christ in you, the hope of glory. 28 Him we proclaim, warning everyone and teaching everyone with all wisdom, that we may present everyone mature in Christ. 29 For this I toil, struggling with all his energy that he powerfully works within me.

Mengikuti teladan Paulus, mari kita juga bersukacita dalam menggenapkan apa yang masih kurang untuk tubuh Kristus, meski harus menanggung derita. Untuk itu, hal apa saja yang perlu kita perhatikan dan lakukan?

1. His Mission (1:25-27 ikut dalam misi Tuhan)
Setiap orang percaya adalah hamba Allah, dipanggil untuk ikut misiNya, meneruskan FirmanNya dengan sepenuhnya. FirmanNya adalah injil keselamatan Kristus, rahasia/misteri yang sebelumnya tersembunyi, kini telah dinyatakan kepada orang-orang kudusNya. Bukan hanya bangsa Yahudi, tetapi juga bangsa-bangsa lain, termasuk jemaat di Kolose dan kita. Itulah yang kurang pada penderitaan Kristus bagi tubuhNya.

2. His Method (1:28 sesuai cara yang diperintahkanNya)
Seperti amanat agung Tuhan Yesus di Matius 28:19-20, cara melaksanakan misi tersebut adalah dengan memberitakan, termasuk dengan menasihati dan mengajar tiap-tiap orang dalam segala hikmat untuk memimpin mereka kepada kesempurnaan (mature) dalam Kristus. Jadi bukan hanya untuk pertumbuhan iman diri kita sendiri saja.

3. His Power (1:29 bersandar pada kuasaNya)
‘Usahakan dan pergumulkan’ adalah kata yang menunjuk kepada usaha para atlit saat lomba lari. Hal itu menunjukkan bahwa misi Tuhan dan cara yang diperintahkanNya, harus kita lakukan dengan segala kekuatan dan kemampuan kita. Kita diingatkan juga untuk melakukannya dengan bersandar pada kuasaNya, sesuai dengan kuasa RohNya yang nyata bekerja di dalam kita, lebih dari yang kita mampu pikirkan (Efesus 3:20), sehingga Allah dipermuliakan (1Petrus 4:13).

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 25 April 2021

Leave a Reply