The Supremacy of Christ

posted in: Sermon | 0

Keluaran 4:1-9 | Pdt. Erick Kartawijaya

The Preeminence of Christ (Listen)

15 He is the image of the invisible God, the firstborn of all creation. 16 For by him all things were created, in heaven and on earth, visible and invisible, whether thrones or dominions or rulers or authorities—all things were created through him and for him. 17 And he is before all things, and in him all things hold together. 18 And he is the head of the body, the church. He is the beginning, the firstborn from the dead, that in everything he might be preeminent. 19 For in him all the fullness of God was pleased to dwell, 20 and through him to reconcile to himself all things, whether on earth or in heaven, making peace by the blood of his cross.

21 And you, who once were alienated and hostile in mind, doing evil deeds, 22 he has now reconciled in his body of flesh by his death, in order to present you holy and blameless and above reproach before him, 23 if indeed you continue in the faith, stable and steadfast, not shifting from the hope of the gospel that you heard, which has been proclaimed in all creation under heaven, and of which I, Paul, became a minister.

Di tengah berbagai ajaran sesat yang ada, rasul Paulus mengingatkan jemaat Kolose, agar mereka bertekun dalam iman dan tetap teguh dalam pengharapan injil (1:23), karena supremasi Kristus. Supremasi dalam hal apa saja?

1. Yesus adalah Manusia sekaligus Allah (1:15-17)
“Yesus adalah gambar Allah” menyatakan bahwa Yesus adalah manusia sempurna, sesuai dengan maksud awal penciptaan manusia (Kejadian 1:26), yang telah gagal/rusak di dalam Adam. Itu sekaligus menyatakan bahwa Yesus adalah Allah sepenuhnya. Dia adalah yang sulung (yang ada terlebih dahulu – pre-existed before the creation), yang menciptakan dan yang menopang segala sesuatu. Segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Mari kita percaya dan bersandar hanya kepada Yesus, serta memuliakan Dia.

2. Yesus adalah Kepala jemaat (1:18-19)
“Kepala” berarti yang sulung atau yang pertama, dari orang mati yang bangkit dan tidak mati lagi. Ayat 19 bukan hanya menyatakan Yesus adalah Allah, tetapi juga menyatakan bahwa Yesus berkenan kepada Allah. Karena Yesus, jemaat sebagai “tubuh”Nya juga menjadi berkenan kepada Allah. Mereka akan dibangkitkan dan disambut untuk hidup bersamaNya di kekekalan (1Korintus 15:22,40). “Kepala” juga berarti pemimpin, yang ditinggikan dan ditaati. Mari kita tinggikan Yesus dan taat kepadaNya.

3. Yesus memperdamaikan dengan Allah (1:20-22)
“Segala sesuatu” menunjuk kepada semua jemaatNya (1:18), baik yang di bumi atau yang sudah berada di sorga. Semua diperdamaikan oleh darah salib Kristus, karena dahulu semua hidup dalam dosa dan menjadi musuh Allah. Oleh kematian Kristus, semua ditempatkan di hadapan Allah kudus, tak bercela dan tak bercacat. Itulah harapan, jaminan dan cara hidup baru jemaatNya (Filipi 3:12; 2Petrus 3:14).

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 28 Maret 2021