Faithful God

posted in: Sermon | 0

Keluaran 2:1-10 | Pdt. Paulus Surya

God Hears Israel’s Groaning (Listen)

23 During those many days the king of Egypt died, and the people of Israel groaned because of their slavery and cried out for help. Their cry for rescue from slavery came up to God. 24 And God heard their groaning, and God remembered his covenant with Abraham, with Isaac, and with Jacob. 25 God saw the people of Israel—and God knew.

Di tengah penderitaan bangsa Israel karena perbudakan di Mesir, penulis kitab Keluaran menekankan tentang kesetiaan Allah. Pada dasarnya bagian ini mengajarkan bahwa di tengah
penderitaan umatNya, Allah yang penuh kasih selalu setia dan tidak pernah meninggalkan kita. Apa bukti-buktinya?

Ia mendengar keluh-kesah kita
“Mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. Allah mendengar mereka mengerang…” (ayat 23b-24a). Kata “mendengar” di sini berarti Ia tidak tinggal diam, tetapi peduli terhadap seruan permintaan tolong umatNya. Meskipun Allah sebenarnya sudah tahu apa yang menjadi seruan mereka, tetapi Ia memakai seruan doa sebagai sarana untuk umatNya berseru kepadaNya sebelum Ia menyelamatkan mereka (lihat juga Roma 10:13).

Ia tidak pernah lupa janjiNya
“Ia mengingat kepada perjanjianNya dengan Abraham, Ishak dan Yakub.” (ayat 24b). Janji Tuhan tentang kelepasan bangsa Israel sudah diberitahukan ratusan tahun sebelumnya kepada Abraham, dan diteguhkan kepada Ishak dan Yakub. Puncak pemenuhan janji Allah ini adalah dalam Kristus sebagai Raja di atas segala raja yang menjadi berkat bagi banyak orang (lihat 2 Korintus 1:20a).

Ia mau menolong kita
“Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.” (ayat 25). Kata “melihat” dan “memperhatikan” adalah kata kerja aktif yang menunjukkan bahwa initiatif pertolongan bagi umat Israel adalah dari Tuhan. Kata “melihat” menunjukkan bahwa Allah mengenal pribadi lepas pribadi umatNya bahkan Ketika mereka masih dalam kandungan (lihat Mazmur 139). Kata “memperhatikan” menunjukkan bahwa Allah mengenal dengan dalam umatNya dan mengasihi mereka sehingga Ia bertindak untuk menolong. Kebenaran ini seharusnya membawa kita untuk selalu bersandar kepada Tuhan dalam menghadapi segala persoalan hidup kita.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 14 Februari 2021