The Great Shepherd

posted in: Sermon | 0

Mazmur 23 | Pdt. Paulus Surya

The Lord Is My Shepherd (Listen)

A Psalm of David.

23   The LORD is my shepherd; I shall not want.
    He makes me lie down in green pastures.
  He leads me beside still waters.
    He restores my soul.
  He leads me in paths of righteousness
    for his name’s sake.
  Even though I walk through the valley of the shadow of death,
    I will fear no evil,
  for you are with me;
    your rod and your staff,
    they comfort me.
  You prepare a table before me
    in the presence of my enemies;
  you anoint my head with oil;
    my cup overflows.
  Surely goodness and mercy shall follow me
    all the days of my life,
  and I shall dwell in the house of the LORD
    forever.

Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa jika Tuhan menjadi Gembala Agung kita, maka kita tidak akan mengalami kekurangan. “Tidak kekurangan” di sini bisa menunjuk pada
rasa cukup, puas, mengucap syukur, tidak kekurangan kekuatan untuk menghadapi masalah hidup, tidak kekurangan hikmat untuk menjalani hidup, dan sebagainya.
Gembala Agung yang bagaimanakah Tuhan itu?

All Seasons Shepherd
Tuhan adalah Gembala Agung kita, bukan hanya saat kita di padang rumput hijau, saat kita di air yang tenang, saat kita di jalan yang benar, tetapi juga saat kita di lembah kekelaman
(ayat 2-4). Allah yang pada saat lancar maupun susah menyertai kita, juga Allah yang turut dapat merasakan segala penderitaan kita (lihat Ibrani 4:15).

Closer In Our Sufferings
Penyertaan Tuhan bagi umatNya akan terasa lebih terasa pada saat kita dalam penderitaan. Hal ini bisa kita lihat dari pemakaian kata ganti untuk Allah di ayat 2-4. Dari relasi “Ia”
dan “aku” pada saat hidup ini lancar (ayat 2-3), berubah menjadi relasi “Engkau” (“Mu”) dan “aku” saat ada di lembah kekelaman (ayat 4). “Lembah kekelaman” terbesar kita adalah
sebagai orang berdosa kita akan menerima murka Allah, tetapi Gembala Agung kita telah memberikan nyawaNya untuk menyelamatkan kita (lihat Yohanes 10:11).

Strengthen The Weak
“Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku” (ayat 5a) artinya Tuhan akan memampukan kita menikmati berkatNya di tengah problema hidup kita. “Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak” (ayat 5b) menggambarkan perlindungan Tuhan terhadap umatNya, seperti seorang gembala yang melindungi domba-dombanya dari serangan serangga dengan mengolesi kepala mereka dengan minyak. Perlindungan ini akan membuat umatNya hidup dalam kebajikan dan kemurahan Tuhan (ayat 6). Jalanilah tahun baru 2021 bersama dengan Gembala Agung kita Yesus Kristus.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 27 Desember 2020