Living Wisely

posted in: Sermon | 0

Pengkotbah 3:1-2, 11-14 | Pdt. Paulus Surya

A Time for Everything (Listen)

For everything there is a season, and a time for every matter under heaven:

  a time to be born, and a time to die;
  a time to plant, and a time to pluck up what is planted;

11   There is no remembrance of former things,
    nor will there be any remembrance
  of later things yet to be
    among those who come after.

The Vanity of Wisdom (Listen)

12 I the Preacher have been king over Israel in Jerusalem. 13 And I applied my heart to seek and to search out by wisdom all that is done under heaven. It is an unhappy business that God has given to the children of man to be busy with. 14 I have seen everything that is done under the sun, and behold, all is vanity and a striving after wind.

Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki agar kita, umatNya, menjalani hidup ini dengan bijak. Tidak kuatir atau takut, melainkan bertumbuh dewasa bahkan melalui kesulitan-kesulitan yang Ia ijinkan. Bagaimana caranya?

Be Realistic
“Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.” (ayat 1). Ayat 2-8 mencatat 14 pasang kalimat “ada waktu untuk”. Ini mewakili semua hal di dunia ini yang semua ada waktunya. Kita perlu memiliki sikap yang realistik, tetapi yang tetap optimis, karena “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya.” (ayat 11). Dalam Alkitab, yang paling penting, yang Tuhan buat indah pada waktunya adalah kedatangan Yesus ke dunia yang menjadi Tuhan dan Juruselamat manusia (Galatia 4:4).

Enjoy His Blessings
Dalam suka duka hidup ini, khususnya pada saat terjadi problema, Tuhan tetap menyediakan berkat-berkatNya bagi umatNya. “Aku tahu bahwa untuk mereka tak ada yang lebih
baik dari pada bersuka-suka dan menikmati kesenangan dalam hidup mereka. Dan bahwa setiap orang dapat makan, minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih-payahnya, itu juga adalah pemberian Allah.” (ayat 12-13). Berkat terbesar kita adalah dalam Yesus yang telah menyelamatkan kita.

Fear The Lord
“Aku tahu bahwa segala sesuatu yang dilakukan Allah akan tetap ada untuk selamanya; itu tak dapat ditambah dan tak dapat dikurangi; Allah berbuat demikian supaya manusia takut
akan Dia (ayat 14). Takut akan Tuhan adalah hidup yang menghormati dan menghargai keselamatan dalam Yesus yang kita terima (lihat 1 Petrus 1:17-18). Setiap kita memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi tahun baru 2021. Mari kita jalani dengan bijak berdasarkan kebenaran Firman Tuhan dalam Pengkotbah 3 ini.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 3 Januari 2021