Menikmati Kasih Karunia Allah

posted in: Sermon | 0

Kejadian 46:1-4,28-30,47:29-31 | Pdt. Erick Kartawijaya

Joseph Brings His Family to Egypt (Listen)

46 So Israel took his journey with all that he had and came to Beersheba, and offered sacrifices to the God of his father Isaac. And God spoke to Israel in visions of the night and said, “Jacob, Jacob.” And he said, “Here I am.” Then he said, “I am God, the God of your father. Do not be afraid to go down to Egypt, for there I will make you into a great nation. I myself will go down with you to Egypt, and I will also bring you up again, and Joseph’s hand shall close your eyes.”

Jacob and Joseph Reunited (Listen)

28 He had sent Judah ahead of him to Joseph to show the way before him in Goshen, and they came into the land of Goshen. 29 Then Joseph prepared his chariot and went up to meet Israel his father in Goshen. He presented himself to him and fell on his neck and wept on his neck a good while. 30 Israel said to Joseph, “Now let me die, since I have seen your face and know that you are still alive.”

29 And when the time drew near that Israel must die, he called his son Joseph and said to him, “If now I have found favor in your sight, put your hand under my thigh and promise to deal kindly and truly with me. Do not bury me in Egypt, 30 but let me lie with my fathers. Carry me out of Egypt and bury me in their burying place.” He answered, “I will do as you have said.” 31 And he said, “Swear to me”; and he swore to him. Then Israel bowed himself upon the head of his bed.

Meski telah percaya, kadang kita masih juga ragu atau takut, sehingga kita tidak bisa menikmati kasih karunia yang telah dijanjikan dan disediakan Allah. Apa yang dapat kita lakukan, agar kita bisa menikmati kasih karunia Allah itu?

1. Datang kepada Allah [46:1-4]
Yakub berangkat ke Mesir untuk bertemu Yusuf. Tapi Yakub mampir dulu ke Bersyeba. Yakub ragu dan takut karena ingat pengalaman Abraham dan Ishak, serta janji tanah perjanjian Allah. Apalagi ada nubuat yang difirmankan kepada Abraham bahwa keturunan-nya akan diperbudak di negeri asing 400 tahun (35:10-12; 26:1-5; 15:13-14). Yakub pergi dengan mantap, setelah menerima janji berkat dan penyertaan Allah. Saat ragu atau takut, mari kita datang kepada Tuhan, dengar dan lakukan FirmanNya, maka kita akan menikmati kasih karuniaNya (Lukas 2:15;1:30; Matius 1:23; 28:20).

2. Puas dengan penyediaanNya [46:28-30]
Yakub ingin bertemu dengan Yusuf anaknya, bukan dengan penguasa Mesir. Setelah melihat dan dipeluk Yusuf, Yakub merasa puas, tidak ada lagi yang diinginkannya. Dia ikut dan terima segala yang diatur dan disediakan Allah melalui Yusuf. Yakub bertemu, bahkan memohonkan berkat bagi Firaun. Jadilah puas dengan kasih karunia terbesar Allah di dalam Yesus, serta terimalah pengaturan dan pemeliharaanNya, termasuk menjadi berkatNya di setiap kesempatan yang diberikanNya (Lukas 2:29-30; Yohanes 14:1-3; 6:35; 3:16).

3. Berpegang pada janjiNya [47:29-31]
Yakub terus menyaksikan janji kasih karunia demi janji kasih karunia digenapi Allah . Karena itu Yakub minta Yusuf untuk menguburkannya di Kanaan. Hal itu menyatakan bahwa dia berpegang pada janji Allah untuk membawanya kembali, sekaligus juga mengingatkan keluarganya tentang Allah dan janjiNya yang belum digenapi. Yusuf berjanji melakukannya, maka Yakub sujud bersyukur kepada Allah, yang memenuhi lagi janjiNya tentang Yusuf yang akan menutup matanya. Terus pegang dan lihat, Allah terus menggenapi janjiNya sampai di kekekalan nanti. Saksikan dan jadilah saksiNya! (Lukas 2:18-20; Yohanes 1:16; Ibrani 11:21).

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 6 Desember 2020