Lebih Berbahagia Memberi

posted in: Sermon | 0

Kisah Para Rasul 20:35 | Pdt. Paulus Surya

35 In all things I have shown you that by working hard in this way we must help the weak and remember the words of the Lord Jesus, how he himself said, ‘It is more blessed to give than to receive.’

 

Apa arti perkataan Tuhan Yesus, “Terlebih berbahagia memberi daripada menerima?”

Ini bukan berarti pemberian yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Seperti seseorang yang berjudi dengan tujuan jika menang, dengan senang hati akan mendukung gereja. Perkataan Tuhan Yesus ini juga bukan berarti pemberian yang bertujuan untuk kepentingan diri sendiri. Juga bukan berarti pemberian secara umum, yaitu pemberian yang bisa dilakukan oleh orang yang tidak percaya Yesus.

Tapi yang dimaksud dengan “Terlebih berbahagia memberi daripada menerima” adalah:

1. Giving as a response to God’s grace
Dalam ayat 32, rasul Paulus mengingatkan tentang Firman kasih karunia yang telah menyelamatkan para penatua Efesus. Dengan anugerah Allah ini, sudah seharusnya kita membantu orang-orang yang membutuhkan.

2. Giving as an act of obedience to God’s Word
Rasul Paulus mengingatkan, supaya dalam membantu orang-orang yang membutuhkan, “kita harus mengingat perkataan Tuhan Yesus: Terlebih berbahagia memberi daripada menerima”. Disini kita dapat melihat bahwa pemberian yang dimaksud adalah dalam rangka mentaati Firman Tuhan Yesus. Dan seorang yang mentaati Firman Tuhan adalah seorang yang berbahagia (Wahyu 1:3). 

 

3. Giving as a reflection of God’s grace
Salah satu ciri utama kasih Yesus adalah memberi. Ia memberi keselamatan (Markus 10:45); Ia memberi kelegaan (Matius 11:28); Ia memberi hidup yang berkelimpahan (Yohanes 10:10) dan sebagainya. Jadi jika kita memberi persembahan melalui gereja ataupun melalui hal lain nya, ingatlah bahwa kita sedang mencerminkan kasih Yesus.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 6 Agustus 2017.