Glorify Him in All Seasons

posted in: Sermon | 0

Mazmur 57 | Pdt. Paulus Surya

Let Your Glory Be over All the Earth (Listen)

To the choirmaster: according to Do Not Destroy. A Miktam of David, when he fled from Saul, in the cave.

57   Be merciful to me, O God, be merciful to me,
    for in you my soul takes refuge;
  in the shadow of your wings I will take refuge,
    till the storms of destruction pass by.
  I cry out to God Most High,
    to God who fulfills his purpose for me.
  He will send from heaven and save me;
    he will put to shame him who tramples on me. Selah
  God will send out his steadfast love and his faithfulness!
  My soul is in the midst of lions;
    I lie down amid fiery beasts—
  the children of man, whose teeth are spears and arrows,
    whose tongues are sharp swords.
  Be exalted, O God, above the heavens!
    Let your glory be over all the earth!
  They set a net for my steps;
    my soul was bowed down.
  They dug a pit in my way,
    but they have fallen into it themselves. Selah
  My heart is steadfast, O God,
    my heart is steadfast!
  I will sing and make melody!
    Awake, my glory!
  Awake, O harp and lyre!
    I will awake the dawn!
  I will give thanks to you, O Lord, among the peoples;
    I will sing praises to you among the nations.
10   For your steadfast love is great to the heavens,
    your faithfulness to the clouds.
11   Be exalted, O God, above the heavens!
    Let your glory be over all the earth!

 

Penekanan Mazmur 57 ini ada di ayat 6 dan 12. Kedua ayat ini merupakan refrain dari nyanyian pujian Daud:
“Tinggikanlah diriMu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaanMu mengatasi seluruh bumi.”

Mazmur ini intinya mau mengajarkan bahwa setiap orang percaya Tuhan kehendaki untuk hidup memuliakanNya termasuk pada saat di tengah persoalan hidup. Bagaimana kita bisa tetap memuliakan Allah pada saat di tengah persoalan hidup?

By placing our hope in God (ayat 2-4)
Pada saat Daud di dalam gua, ia mengungkapkan harapannya kepada Allah dengan memohon belas kasihan, perlindungan dan pertolongan untuk menyelamatkan dia dari Saul dan orang-orang nya yang mau membunuh dirinya. Firman Tuhan menjamin bahwa bagi kita yang menaruh harapan pada Tuhan, tidak akan dikecewakan. “Diberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, yang menaruh harapannya pada Tuhan.” (Yeremia 17:7).

By believing that God is greater than our problems (ayat 5-7)
Dalam bagian ini, Daud menggambarkan musuh-musuhnya seperti “singa yang suka menerkam anak-anak manusia, yang giginya laksana tombak dan panah dan lidahnya laksana pedang tajam”. Daud menghadapi problem yang besar, namun ia melihat Allah jauh lebih besar dari problemnya. Ayat 6 mencatat Daud berkata, “Biarlah kemuliaanMu mengatasi seluruh bumi!” Karena kepercayaannya ini, Daud yakin bahwa kejahatan musuhmusuhnya akan menjatuhkan mereka sendiri. Apa problem yang sedang saudara hadapi saat ini? Ingatlah selalu bahwa “Jesus is greater than your problems” (bandingkan dengan Filipi 4:13).

By praising God (ayat 8-11)
Di tengah-tengah persoalan hidupnya, Daud tidak tenggelam dalam kesusahannya. Sebaliknya ia malah memuji-muji Tuhan dan bersyukur kepadaNya. “Kasih setiaMu besar sampai ke langit dan kebenaranMu sampai ke awan-awan.” Kasih setia dan kebenaran Allah digenapi secara sempurna pada saat kedatangan Yesus ke dalam dunia yang mati dan bangkit bagi kita. 

Mari kita tetap memuliakan Allah di tengah persoalan hidup kita dengan menaruh harapan kepada Tuhan, melihat Ia lebih besar dari masalah kita, dan tidak lupa memuji-muji
namaNya yang agung dan mulia. 

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 23 Juli 2017.