To Him Be Glory

posted in: Sermon | 0

Efesus 3:20-21 | Pdt. Paulus Surya

20 Now to him who is able to do far more abundantly than all that we ask or think, according to the power at work within us, 21 to him be glory in the church and in Christ Jesus throughout all generations, forever and ever. Amen.

Dua ayat ini merupakan doxology sekaligus penutup dari doa rasul Paulus untuk jemaat di Efesus (3:14-21). Bagian ini pada dasarnya menyatakan kebenaran bahwa kemuliaan adalah bagi Allah yang dapat melakukan jauh lebih banyak daripada yang kita doakan atau pikirkan. Dimana saja kita dapat melihat kemuliaan Allah ini?

Di dalam kuasaNya yang bekerja dalam kita. (ayat 20)
Kata “kuasa” (Yunani: dunamis) menunjuk pada kekuatan yang besar seperti dinamit. Kata ini rasul Paulus pakai di Efesus 3:7 yang berhubungan dengan dirinya. Paulus menyadari bahwa dirinya adalah orang yang paling hina diantara segala orang kudus, namun kuasa Tuhan telah mengubahnya menjadi pengikut Kristus yang dipercayakan rahasia Injil. Ini menunjukkan kemuliaan Allah yang telah melakukan hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh Paulus.

Di dalam gerejaNya. (ayat 21)
Kemuliaan Allah nyata melalui gereja yang menyatakan “pelbagai ragam hikmat Allah” kepada spiritual beings, yaitu para malaikat dan roh-roh jahat (3:10), dan juga kepada manusia di dunia ini (Matius 5:16). Kemuliaan Allah terlihat dari gerejaNya yang terdiri dari orang-orang Yahudi maupun bukan Yahudi yang percaya kepada Yesus. Mereka memiliki hak yang sama dihadapan Tuhan. Ini merupakan kemuliaan Allah yang melampaui apa yang dipikirkan oleh manusia.

Di dalam Kristus Yesus. (ayat 21)
Secara puncak kemuliaan Allah nyata dalam diri Yesus Kristus yang mati dan bangkit kembali. Dalam ayat sebelumnya (3:18), Paulus menjelaskan tentang kasih Kristus yang melampaui segala pengetahuan. Betapa lebarnya (menjangkau orang-orang Yahudi maupun bukan Yahudi), betapa panjangnya (berlangsung terus sampai kekekalan), betapa tingginya (membawa kemuliaan bagi Allah di tempat maha tinggi), dan betapa dalamnya (sanggup menjangkau orang berdosa sedalam apapun dosanya). Semua ini menyatakan kemuliaan Allah yang perlu kita hayati dan pahami terus menerus dalam hidup kita.

Ringkasan khotbah Pdt. Paulus Surya, 21 April 2024