Our New Identity In Christ

posted in: Sermon | 0

Efesus 2:17-22 | Pdt. Paulus Surya

17 And he came and preached peace to you who were far off and peace to those who were near. 18 For through him we both have access in one Spirit to the Father. 19 So then you are no longer strangers and aliens, but you are fellow citizens with the saints and members of the household of God, 20 built on the foundation of the apostles and prophets, Christ Jesus himself being the cornerstone, 21 in whom the whole structure, being joined together, grows into a holy temple in the Lord. 22 In him you also are being built together into a dwelling place for God by the Spirit.

Alkitab mencatat bukti-bukti historis kebangkitan Yesus, antara lain: kubur kosong, Yesus menampakkan diri, transformasi hidup para pengikutNya, berdirinya gereja Kristen, dan hari Minggu menjadi hari beribadah. Di hari
Minggu pertama saat Yesus bangkit, Yesus menemui para muridNya dan memberitakan berita damai Sejahtera
(Yohanes 20:21 & Efesus 2:17-18).

Efesus 2:17-22 mengajarkan bahwa setiap orang yang menerima keselamatan dari Kristus yang bangkit dari
kematian, memiliki identitas baru. Apa saja?

Warga kerajaan Allah
Istilah “kawan sewarga dari orang-orang kudus” menunjukkan bahwa dalam Kerajaan Allah terdapat orang-orang Yahudi maupun bukan Yahudi yang beriman kepada Kristus. Sebagai warga kerajaan Allah, kita memiliki kewajiban untuk memberitakan perbuatan Allah yang besar (1 Petrus 2:9).

Anggota keluarga Allah
Kita menjadi anak-anak Allah melalui kelahiran kembali oleh kebangkitan Yesus dari kematian (1 Petrus 1:3). Salah satu ciri penting dalam kehidupan keluarga Allah adalah saling mengasihi. Hal penting dalam saling mengasihi adalah
memberikan waktu untuk bersekutu dan saling menguatkan antar saudara seiman.

Bait Allah
Fondasi hidup orang percaya sebagai bait Allah adalah Yesus Kristus dan Firman Tuhan yang diajarkan oleh para
rasul dan para nabi. Sebagai bait Allah, kita perlu senantiasa menyadari bahwa Allah melalui Roh Kudus berdiam di dalam hati kita. Kebenaran ini seharusnya mendorong kita untuk kuat menghadapi tantangan dan hidup kudus.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 31 Maret 2024