Experiencing God Deeper

posted in: Sermon | 0

Efesus 1:15-23 | Pdt. Paulus Surya

Thanksgiving and Prayer (Listen)

15 For this reason, because I have heard of your faith in the Lord Jesus and your love toward all the saints, 16 I do not cease to give thanks for you, remembering you in my prayers, 17 that the God of our Lord Jesus Christ, the Father of glory, may give you the Spirit of wisdom and of revelation in the knowledge of him, 18 having the eyes of your hearts enlightened, that you may know what is the hope to which he has called you, what are the riches of his glorious inheritance in the saints, 19 and what is the immeasurable greatness of his power toward us who believe, according to the working of his great might 20 that he worked in Christ when he raised him from the dead and seated him at his right hand in the heavenly places, 21 far above all rule and authority and power and dominion, and above every name that is named, not only in this age but also in the one to come. 22 And he put all things under his feet and gave him as head over all things to the church, 23 which is his body, the fullness of him who fills all in all.

Allah menghendaki kita bertumbuh makin mengenal dan mengalami kekayaan rohani yang Ia telah berikan kepada kita. Dalam hal apa saja?

Pengenalan akan Allah (ay 17)
Kata “mengenal” di ayat ini, yaitu epignosis memiliki arti mengenal dengan lebih penuh atau lebih lengkap atau lebih
dalam. Roh Kudus yang adalah Roh Hikmat dan Wahyu akan memampukan kita untuk mengenal dan mengalami Allah lebih dalam. J.I. Packer mengatakan, “What were we made for? To know God. What aim should we have in life? To know God. What is the eternal life that Jesus gives? To know God. What is the best thing in life? To know God. What in humans gives God most pleasure? Knowledge of Himself.”

Pengharapan yang terkandung dalam panggilanNya (ay 18)
Apa yang dimaksud dengan pengharapan di sini? Penafsir yang bernama Leon Morris & F.F. Bruce menghubungkan
pengharapan di sini dengan glorification (lihat Roma 8:30), yaitu menunjuk kepada “betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukanNya bagi orang-orang kudus.” Kebenaran ini seharusnya berdampak dalam hidup sehari-hari kita saat ini. “Sebab aku yakin, sebab penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18).

Kuasa Allah dalam hidup orang-orang percaya (ay 19)
Kuasa Allah di sini adalah kuasa yang hebat. Paulus menghubungkan dengan kuasa yang membangkitkan Kristus
dari antara orang mati (ayat 20a), kuasa yang mendudukkan Kristus di sebelah kanan Allah (ayat 20b-21), kuasa yang menjadikan Kristus kepala gereja dan segala sesuatu (ayat 22-23). Kuasa Allah yang hebat ini seharusnya merubah hidup setiap orang percaya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 18 Februari 2024