Hope For The Hopeless

posted in: Sermon | 0

Efesus 2:1-7 | Pdt. Paulus Surya

By Grace Through Faith (Listen)

And you were dead in the trespasses and sins in which you once walked, following the course of this world, following the prince of the power of the air, the spirit that is now at work in the sons of disobedience—among whom we all once lived in the passions of our flesh, carrying out the desires of the body and the mind, and were by nature children of wrath, like the rest of mankind. But God, being rich in mercy, because of the great love with which he loved us, even when we were dead in our trespasses, made us alive together with Christ—by grace you have been saved—and raised us up with him and seated us with him in the heavenly places in Christ Jesus, so that in the coming ages he might show the immeasurable riches of his grace in kindness toward us in Christ Jesus.

Bagian ini mengajarkan bahwa di tengah kita manusia berdosa yang tanpa harapan, Allah yang kaya akan rahmat memberikan hidup yang penuh pengharapan. Bagaimana keadaan kita sebagai manusia berdosa yang tanpa harapan?

Mati dalam dosa (ayat 1)
Ini berarti semua manusia berdosa mati secara rohani. Mereka buta terhadap kebenaran Injil Kristus. Mereka juga tidak berdaya terhadap dosa. Hidup diperbudak dosa (ayat 2-3a) Hidup yang diperbudak dosa dijelaskan oleh rasul Paulus dalam kaitan dengan 3 hal: mengikuti jalan dunia ini, mentaati penguasa kerajaan angkasa & hidup dalam nafsu daging.

Hidup di bawah murka Allah (ayat 3b)
Murka Allah puncaknya adalah hukuman kekal di neraka selama-lamanya (lihat 2 Tesalonika 1:9). Hukuman kekal ini
dikarenakan manusia berdosa terhadap Allah yang kekal. Di tengah keadaan manusia yang berdosa seperti ini,
pengharapan dari Allah bagi yang ada dalam Kristus adalah:

Allah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus (ayat 4-5)
Kehidupan secara rohani ini memungkinkan kita mengenali Injil keselamatan dalam Kristus.

Allah memberikan kita tempat bersama-sama dengan Kristus di sorga (ayat 6)
Keadaan ini kontras dengan hidup diperbudak dosa di mana kita powerless. Dalam Kristus kita menjadi powerful atas dosa.
Allah menunjukkan kebaikanNya kepada kita dalam Kristus (ayat 7)
Kebenaran mulia ini seharusnya berdampak dalam hidup kita sehari-hari. Kita dimampukan menjauhi yang jahat dan
meninggikan Allah.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 3 Maret 2024