Evidence of Godly Living

posted in: Sermon | 0

Ayub 1:1-5 | Pdt. Paulus Surya

Job’s Character and Wealth (Listen)

There was a man in the land of Uz whose name was Job, and that man was blameless and upright, one who feared God and turned away from evil. There were born to him seven sons and three daughters. He possessed 7,000 sheep, 3,000 camels, 500 yoke of oxen, and 500 female donkeys, and very many servants, so that this man was the greatest of all the people of the east. His sons used to go and hold a feast in the house of each one on his day, and they would send and invite their three sisters to eat and drink with them. And when the days of the feast had run their course, Job would send and consecrate them, and he would rise early in the morning and offer burnt offerings according to the number of them all. For Job said, “It may be that my children have sinned, and cursed God in their hearts.” Thus Job did continually.

Pada intinya bagian ini mengajarkan bahwa orang yang takut akan Tuhan, akan terlihat kesalehannya dalam hidup sehari-hari, termasuk relasi dengan keluarganya. Apa saja bentuk-bentuk kesalehan tersebut?

Memberi waktu khusus bagi keluarganya
“Setiap kali apabila hari-hari pesta telah berlalu; Ayub memanggil mereka, dan menguduskan mereka.” (lihat ayat 4-5a). Firman Tuhan mencatat tentang kekayaan Ayub. Ia disebut sebagai orang terkaya dari semua orang di sebelah
Timur. Tetapi yang menarik, tatkala Alkitab menyebut tentang keluarganya, disebut secara khusus bahwa Ayub memberikan waktu untuk keluarganya, yaitu memanggil dan menguduskan mereka.

Mengisi kebersamaan keluarga dengan hal-hal rohani
Istilah “menguduskan” bukan hanya menunjuk pada tindakan melakukan upacara agama, tetapi juga pengajaran Firman Tuhan. Contohnya di Keluaran 21:13 mencatat tentang pengajaran Firman bagi umat yang dikuduskan. Saat kita memiliki kebersamaan dengan keluarga, apakah kita juga mengisi dengan pembicaraan tentang hal-hal rohani?

Mendasarkan kehidupan rohani pada kasih karunia Allah
“Keesokan harinya, pagi-pagi, bangunlah Ayub, lalu mempersembahkan korban bakaran sebanyak jumlah mereka
sekalian.” (lihat ayat 5b). Korban bakaran merupakan gambaran dari kasih karunia Allah yang digenapi dalam Yesus
(lihat Yohanes 1:29 & Ibrani 10:4). Dari 5 sola motto gerakan Reformasi (Sola Scriptura, Gratia, Fide, Solus Christus & Soli Deo Gloria), Sola Gratia merupakan keunikan dari gerakan Reformasi. Saat kita hidup berdasarkan Injil Kristus, itu berarti kita hidup berdasarkan kasih karuniaNya. Kasih karunia Allah dalam Kristus seharusnya memotivasi, menguatkan dan memberi perspektif yang benar kepada kita.

Ringkasan kotbah FWW & hari Reformasi Pdt. Paulus Surya, 29 Okt 2023