Meratapi Dosa Kita

posted in: Sermon | 0

Mikha 1:8-16 | Pdt. Erick Kartawijaya

  For this I will lament and wail;
    I will go stripped and naked;
  I will make lamentation like the jackals,
    and mourning like the ostriches.
  For her wound is incurable,
    and it has come to Judah;
  it has reached to the gate of my people,
    to Jerusalem.
10   Tell it not in Gath;
    weep not at all;
  in Beth-le-aphrah
    roll yourselves in the dust.
11   Pass on your way,
    inhabitants of Shaphir,
    in nakedness and shame;
  the inhabitants of Zaanan
    do not come out;
  the lamentation of Beth-ezel
    shall take away from you its standing place.
12   For the inhabitants of Maroth
    wait anxiously for good,
  because disaster has come down from the LORD
    to the gate of Jerusalem.
13   Harness the steeds to the chariots,
    inhabitants of Lachish;
  it was the beginning of sin
    to the daughter of Zion,
  for in you were found
    the transgressions of Israel.
14   Therefore you shall give parting gifts
    to Moresheth-gath;
  the houses of Achzib shall be a deceitful thing
    to the kings of Israel.
15   I will again bring a conqueror to you,
    inhabitants of Mareshah;
  the glory of Israel
    shall come to Adullam.
16   Make yourselves bald and cut off your hair,
    for the children of your delight;
  make yourselves as bald as the eagle,
    for they shall go from you into exile.

Mikha meratapi dosa umat Allah (1:5) dan akibatnya yaitu hukuman/penghakiman TUHAN atas Israel dan Yehuda.
Melalui ratapan Mikha, kita juga diingatkan untuk meratapi dosa-dosa kita, karena hukuman/penghakiman TUHAN
akan segera datang. Mengapa kita harus meratapinya?

1. Karena akibat dosa tidak dapat disembuhkan
Akibat dosa tidak dapat disembuhkan dan sudah menjalar ke umat Allah dan ke bait Allah (1:9). Hanya karena belas
kasihan Allah, maka di dalam Yesus orang berdosa dapat diselamatkan, karena hukuman dosa telah ditanggungNya.

2. Karena akibat dosa adalah malapetaka
Akibat dosa dalam berbagai bentuknya yang tersirat dalam nama berbagai kota (1:10-15) adalah malapetaka yang
datang dari TUHAN (1:12). Tetapi malapetaka yang lebih mengerikan adalah maut kekal, sengsara dan terpisah
selamanya dari Allah. Syukur kepada Allah, di dalam Yesus, semua orang percaya menerima hidup dan bahagia
kekal.

3. Agar orang lain sadar dan juga meratapinya
Mikha meratap, bukan hanya menyatakan kesedihannya, tetapi dia juga menyampaikan nubuat tentang hukuman
yang akan datang menimpa. Mikha mengajak orang sebangsanya untuk juga meratap, merendahkan diri, bertobat dan mohon belas kasihan TUHAN (1:16). Saat ini adalah jaman akhir, saat kesabaran dan kemurahan Allah.
Meratap, bertobat dan terimalah kasih karuniaNya di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 10 September 2023