Immanuel

posted in: Sermon | 0

Mat 1:20-23, 2:13-15 | Pdt. Paulus Surya

20 But as he considered these things, behold, an angel of the Lord appeared to him in a dream, saying, “Joseph, son of David, do not fear to take Mary as your wife, for that which is conceived in her is from the Holy Spirit. 21 She will bear a son, and you shall call his name Jesus, for he will save his people from their sins.” 22 All this took place to fulfill what the Lord had spoken by the prophet:

23   “Behold, the virgin shall conceive and bear a son,
    and they shall call his name Immanuel”

(which means, God with us).

The Flight to Egypt (Listen)

13 Now when they had departed, behold, an angel of the Lord appeared to Joseph in a dream and said, “Rise, take the child and his mother, and flee to Egypt, and remain there until I tell you, for Herod is about to search for the child, to destroy him.” 14 And he rose and took the child and his mother by night and departed to Egypt 15 and remained there until the death of Herod. This was to fulfill what the Lord had spoken by the prophet, “Out of Egypt I called my son.”

Yesus yang lahir ke dunia disebut sebagai Imanuel, Allah menyertai kita. Sebelum Yesus datang, Allah telah menyertai umatNya. Kedatangan Yesus merupakan puncak daripada penyertaan Allah bagi umatNya. Apa arti Imanuel (Allah menyertai kita), dalam hidup ini?

Allah berinisiatif menyelamatkan manusia berdosa
Istilah Imanuel merupakan tanda dari Tuhan yang Matius catat dengan mengutip dari Yesaya 7:14. Ini merupakan initiasif Tuhan untuk menolong umatNya dari mara bahaya. Secara puncak, Imanuel menunjuk pada pertolongan
Tuhan atas manusia berdosa yang seharusnya menerima hukuman kekal selamanya di neraka.

Allah aktif menuntun umatNya di tengah pergumulan hidup
Penyertaan Allah terhadap Yusuf, Maria dan Yesus bukan berarti mereka tidak mengalami kesulitan hidup. Tapi ini berarti bahwa di tengah kesulitan hidup mereka, Tuhan menuntun mereka. Dua kali Tuhan berfirman melalui malaikatNya kepada Yusuf yang sedang mengalami kebimbangan dan masalah hidup (Matius 1:20: 2:13).

Allah mengerjakan kemuliaan lebih besar melalui kesulitan-kesulitan hidup
Herodes mau membunuh Yesus. Oleh sebab itu Yusuf membawa Maria dan Yesus pergi ke Mesir. Hal ini pasti menjadi kesulitan tersendiri bagi Yusuf dan keluarganya. Tapi dari peristiwa ini kita bisa melihat penggenapan Firman Tuhan, yaitu “Dari Mesir Kupanggil AnakKu.” (Matius 2:14-15). Artinya, kegagalan umat Israel sebagai anak Allah yang keluar dari Mesir untuk taat pada Allah, dipenuhi oleh Anak Allah sejati Yesus Kristus. Kesulitan hidup orang percaya membawa greater glory untuk kemuliaan Allah.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 18 Desember 2022