Unity for Ministry

posted in: Sermon | 0

Efesus 4:1-6 | Pdt. Alex Nathan

Unity in the Body of Christ (Listen)

I therefore, a prisoner for the Lord, urge you to walk in a manner worthy of the calling to which you have been called, with all humility and gentleness, with patience, bearing with one another in love, eager to maintain the unity of the Spirit in the bond of peace. There is one body and one Spirit—just as you were called to the one hope that belongs to your call—one Lord, one faith, one baptism, one God and Father of all, who is over all and through all and in all.

Untuk bersatu (unity) tidaklah mudah bagi manusia berdosa. Keadaan dunia sejak zaman menara Babel (Kejadian 11) terus-menerus diisi dengan perpecahan dan perpisahan yang disebabkan oleh ras, bahasa, status sosial dan kekayaan. Dalam Efesus 4:1-6 rasul Paulus menekankan bahwa kesatuan gereja hanya bisa terjadi berdasarkan Yesus
Kristus sebagai satu-satunya dasar.

Apa saja alasan kita dapat hidup dalam kesatuan yang berdasarkan Kristus menurut Efesus 4:1-6?

1. Panggilan Allah untuk kita memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera (1-3).
Untuk bisa mewujudkan hal ini kita perlu hidup dalam kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran yang menunjukkan kasih (lihat buah Roh dalam Galatia 5:22-23).

2. Alasan-alasan teologis kesatuan orang percaya (4-6).

a. Umat Tuhan memiliki identitas yang sama (ayat 4).
b. Umat Tuhan memiliki kesaksian yang sama (ayat 4-5).

Di dalam Kristus kita memiliki kesaksian yang sama: satu Allah, satu iman, satu baptisan. Kesaksian kita adalah mengenai Kristus. Kristus adalah Tuhan kita; bahwa dalam karya salib Kristus terletak satu-satunya jalan keselamatan. Baptisan kita adalah untuk menyucikan kita dan mempersatukan kita dengan Kristus.

c. Umat Tuhan memiliki keluarga yang sama (ayat 4-6).
Terlepas dari perbedaan-perbedaan yang ada, rasul Paulus mengingatkan bahwa kita mempunyai “satu Allah dan satu
Bapa”. Allah Bapa bagi setiap orang percaya inilah yang memberikan kepada kita kebenaranNya dan status baru kita
sebagai anak-anak Allah. Kesadaran sebagai anak-anak Allah adalah dasar yang kuat bagi kita hidup dalam kesatuan
yang indah dengan sesama anak-anak Allah lainnya.

Ringkasan khotbah Pdt. Alex Nathan, Minggu 25 Sept 2022.