Having Fellowship with HIM

posted in: Sermon | 0

1 Yoh 1:1-5-10 | Pdt. Paulus Surya

Walking in the Light (Listen)

This is the message we have heard from him and proclaim to you, that God is light, and in him is no darkness at all. If we say we have fellowship with him while we walk in darkness, we lie and do not practice the truth. But if we walk in the light, as he is in the light, we have fellowship with one another, and the blood of Jesus his Son cleanses us from all sin. If we say we have no sin, we deceive ourselves, and the truth is not in us. If we confess our sins, he is faithful and just to forgive us our sins and to cleanse us from all unrighteousness. 10 If we say we have not sinned, we make him a liar, and his word is not in us.

Jika seseorang benar-benar memiliki persekutuan dengan Allah yang adalah terang, maka akan jelas terlihat ciri- cirinya. Apa saja ciri-cirinya?

Tidak hidup dalam kegelapan
Jika kita katakan, bahwa kita beroleh persekutuan dengan Dia, namun kita hidup di dalam kegelapan, kita berdusta dan kita tidak melakukan kebenaran (ayat 6). Kegelapan disini bersangkut paut dengan dosa, kenajisan dan berbagai rupa kehidupan yang bertentangan dengan hidup dalam terang. Salah satu cara supaya kita tidak hidup dalam kegelapan adalah kita hidup bergaul dengan Allah melalui firmanNya (lihat Mazmur 119:105).

Memiliki persekutuan yang benar dengan saudara seiman
Tetapi jika kita hidup di dalam terang sama seperti Dia ada di dalam terang, maka kita beroleh persekutuan seorang dengan yang lain, dan darah Yesus, AnakNya itu, menyucikan kita dari pada segala dosa (ayat 7). Persekutuan yang benar dengan sesama saudara seiman bergantung dengan persekutuan kita dengan Allah yang adalah terang. Seberapa jauh sehat dan kuatnya hubungan horisontal kita dengan sesama, bergantung pada hubungan vertikal kita dengan Allah.

Peka terhadap dosa
Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita. Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa, maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firmanNya tidak ada di dalam kita (ayat 8,10). Ayat 8 berbicara tentang kita bisa tidak lagi berbuat dosa, dan ayat 10 berbicara tentang sama sekali tidak pernah berbuat dosa. Keduanya adalah pandangan yang salah. Pandangan yang benar percaya bahwa meskipun dosa kita telah diampuni Tuhan, kita masih tetap dapat jatuh dalam dosa. Namun tatkala kita jatuh dalam dosa, Tuhan mau kita segera bangkit kembali karena dalam Yesus tersedia pengampunan sejati.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 18 September 2022