MMM – Kasih Ayah

posted in: Sermon | 0

Amsal 3:1,11-12 | Pdt. Erick Kartawijaya

Trust in the Lord with All Your Heart (Listen)

  My son, do not forget my teaching,
    but let your heart keep my commandments,
  for length of days and years of life
    and peace they will add to you.
  Let not steadfast love and faithfulness forsake you;
    bind them around your neck;
    write them on the tablet of your heart.
  So you will find favor and good success
    in the sight of God and man.
  Trust in the LORD with all your heart,
    and do not lean on your own understanding.
  In all your ways acknowledge him,
    and he will make straight your paths.
  Be not wise in your own eyes;
    fear the LORD, and turn away from evil.
  It will be healing to your flesh
    and refreshment to your bones.
  Honor the LORD with your wealth
    and with the firstfruits of all your produce;
10   then your barns will be filled with plenty,
    and your vats will be bursting with wine.
11   My son, do not despise the LORD’s discipline
    or be weary of his reproof,
12   for the LORD reproves him whom he loves,
    as a father the son in whom he delights.

Kasihilah anakmu, seperti TUHAN mengasihi anak-anakNya. Kasih TUHAN nyata di dalam Yesus. Orang percaya bukan hanya diselamatkanNya, tetapi juga dijadikan anak-anakNya. Apa saja bentuk kasih kepada anak yang diajarkan dalam Amsal 3:1,11-12 ini?

1. Mengajar anak (teach)
Mengajarkan tentang pentingnya kasih setia TUHAN (hesed), percaya kepadaNya, mengakui Dia, serta takut akan Dia dan memuliakanNya (3:2-10). Jangan mereka melupakan, tetapi memelihara semua yang diajarkan itu (3:1) dalam menjalani hidup yang penuh tantangan, cobaan dan misteri, sehingga mereka dapat hidup sebagaimana yang dikehendaki TUHAN.

2. Memperingati anak (reprove)
‘Memperingati’ berarti hal itu pernah diajarkan sebelumnya. ‘Jangan bosan’ (3:11b) berarti hal itu telah dilakukan berulang kali. Hanya karena kasih dan sayang, seorang ayah sabar mengajar dan mengingatkan anaknya berulang-ulang hingga dia ingat dan melakukannya.

3. Mendidik anak (correct/discipline)
Koreksi atau disiplin adalah hal yang tidak enak atau pahit, agar diperhatikan dan menyadarkannya. Jangan tolak, karena itu berarti sang ayah belum menyerah dan masih berharap sang anak akan menjadi sadar pada akhirnya. Kasihi, bukan hanya dengan mengajar dan memperingati, tetapi juga dengan mendidik-nya selama masih ada harapan.

Ringkasan kotbah Pdt. Erick Kartawijaya, 4 September 2022