Living By Faith

posted in: Sermon | 0

Hab 2:1-5 | Pdt. Paulus Surya

  I will take my stand at my watchpost
    and station myself on the tower,
  and look out to see what he will say to me,
    and what I will answer concerning my complaint.

The Righteous Shall Live by His Faith (Listen)

And the LORD answered me:

  “Write the vision;
    make it plain on tablets,
    so he may run who reads it.
  For still the vision awaits its appointed time;
    it hastens to the end—it will not lie.
  If it seems slow, wait for it;
    it will surely come; it will not delay.
  “Behold, his soul is puffed up; it is not upright within him,
    but the righteous shall live by his faith.
  “Moreover, wine is a traitor,
    an arrogant man who is never at rest.
  His greed is as wide as Sheol;
    like death he has never enough.
  He gathers for himself all nations
    and collects as his own all peoples.”

Dalam dunia yang banyak persoalan, TUHAN menghendaki agar orang benar hidup oleh percayanya. Istilah “orang benar akan hidup oleh percayanya” dikutip tiga kali di PB, yaitu di Roma 1:17, Galatia 3:11 dan Ibrani 10:38. Apa artinya?

Bersabar di tengah penderitaan (ayat 1-3, 5)
Di tengah persoalan hidupnya, Habakuk dengan sabar menantikan jawaban Tuhan sebagai wujud imannya. Ada 4 macam jawaban Tuhan: ya, tidak, tunggu dan dengan cara lain. Konteks di sini Tuhan menjawab dengan caraNya yang tidak terpikirkan oleh Habakuk. Iman sejati seharusnya nyata dalam hidup bersabar karena Tuhan tidak akan tinggal diam dengan kejahatan.

Tidak bersandar pada dirinya sendiri (ayat 4a)
Orang yang hidup oleh percayanya dikontraskan dengan orang yang membusungkan dadanya, yaitu orang yang menyombongkan diri dengan bersandar pada dirinya sendiri. Bentuk hidup seperti ini bisa hidup yang immoral atau sebaliknya bermoral tapi tanpa Kristus (contohnya Paulus sebelum menjadi rasul). Yeremia 9:23-24 mengingatkan agar kita bermegah bukan pada hal-hal lahiriah tetapi dalam kebersandaran kepada Tuhan.

Terus-menerus hidup berdasarkan imannya (ayat 4b)
Kita tidak dipanggil untuk memulai hidup dengan iman tapi kemudian bertumbuh dengan kekuatan sendiri. Rasul Paulus pernah menegur orang-orang di Galatia yang jatuh pada kesalahan ini (Galatia 3:3, 11). Hidup oleh iman adalah untuk orang percaya yang baru 5 hari, 5 tahun maupun 50 tahun. Hidup seperti ini perlu terus-menerus dipelihara melalui persekutuan pribadi dengan Tuhan dan FirmanNyateta

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 24 Juli 2022

Leave a Reply