Spiritual Reformation

posted in: Sermon | 0

Yoh 2:13-22 | Pdt. Paulus Surya

Jesus Cleanses the Temple (Listen)

13 The Passover of the Jews was at hand, and Jesus went up to Jerusalem. 14 In the temple he found those who were selling oxen and sheep and pigeons, and the money-changers sitting there. 15 And making a whip of cords, he drove them all out of the temple, with the sheep and oxen. And he poured out the coins of the money-changers and overturned their tables. 16 And he told those who sold the pigeons, “Take these things away; do not make my Father’s house a house of trade.” 17 His disciples remembered that it was written, “Zeal for your house will consume me.”

18 So the Jews said to him, “What sign do you show us for doing these things?” 19 Jesus answered them, “Destroy this temple, and in three days I will raise it up.” 20 The Jews then said, “It has taken forty-six years to build this temple, and will you raise it up in three days?” 21 But he was speaking about the temple of his body. 22 When therefore he was raised from the dead, his disciples remembered that he had said this, and they believed the Scripture and the word that Jesus had spoken.

Pada dasarnya bagian ini mengajarkan bahwa Yesus mereformasi kehidupan ibadah umatNya agar mereka mengenal dan percaya Dia dengan benar. Hal-hal apa saja yang seringkali perlu direformasi dalam kehidupan ibadah umatNya agar kita dapat mengenal dan percaya kepada Yesus dengan benar?

Fokus yang bergeser
“Kepada pedagang-pedagang merpati Ia berkata: ‘Ambil semuanya ini dari sini, jangan kamu membuat rumah BapaKu menjadi tempat berjualan.’” (ayat 16). “Rumah BapaKu” yaitu Bait Allah adalah tempat untuk beribadah, memberi persembahan, menaikkan doa-doa, dsb. Orang-orang Yahudi waktu itu memakai untuk berjualan. Ini berarti fokus mereka telah bergeser sehingga perlu direformasi.

Ketiadaan cinta kepada Allah
“Maka teringatlah murid-muridNya, bahwa ada tertulis: ‘Cinta untuk rumahMu menghanguskan Aku.’” (ayat 17). Hanya injil Yohanes yang mencatat ingatan murid Yesus tentang Mazmur 69:10. Di sini ditekankan bahwa Yesus mencintai rumah Bapa sedangkan para pedagang sebagai perwakilan seluruh ibadah bangsa Yahudi, tidak memiliki cinta pada Bait Allah. Cinta pada rumah Bapa menunjuk pada kasih kepada Allah, yaitu hal yang sangat penting dalam hidup ibadah umat Tuhan (lihat 1 Korintus 13:1-3).

Mementingkan tanda selain tanda yang terbesar
Orang-orang Yahudi meminta tanda kepada Yesus (ayat 18-19). Tanda di sini adalah menunjuk pada hal-hal lahiriah yang berhubungan dengan mujizat. Jawaban Yesus yang berbicara tentang Ia akan mendirikan kembali Bait Allah dalam tiga hari, menunjuk kepada kematian dan kebangkitanNya. Dalam hidup ibadah kita, sudah seharusnya kita mementingkan mujizat terbesar, yaitu kematian dan kebangkitan Yesus, jauh di atas tanda-tanda lainnya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 3 April 2022