True Worshipper

posted in: Sermon | 0

Keluaran 34:1-9 | Pdt. Paulus Surya

Moses Makes New Tablets (Listen)

34 The LORD said to Moses, “Cut for yourself two tablets of stone like the first, and I will write on the tablets the words that were on the first tablets, which you broke. Be ready by the morning, and come up in the morning to Mount Sinai, and present yourself there to me on the top of the mountain. No one shall come up with you, and let no one be seen throughout all the mountain. Let no flocks or herds graze opposite that mountain.” So Moses cut two tablets of stone like the first. And he rose early in the morning and went up on Mount Sinai, as the LORD had commanded him, and took in his hand two tablets of stone. The LORD descended in the cloud and stood with him there, and proclaimed the name of the LORD. The LORD passed before him and proclaimed, “The LORD, the LORD, a God merciful and gracious, slow to anger, and abounding in steadfast love and faithfulness, keeping steadfast love for thousands, forgiving iniquity and transgression and sin, but who will by no means clear the guilty, visiting the iniquity of the fathers on the children and the children’s children, to the third and the fourth generation.” And Moses quickly bowed his head toward the earth and worshiped. And he said, “If now I have found favor in your sight, O Lord, please let the Lord go in the midst of us, for it is a stiff-necked people, and pardon our iniquity and our sin, and take us for your inheritance.”

Penyembahan yang benar adalah penyembahan yang berdasarkan pengenalan yang benar akan Allah. Berdasarkan bagian ini, pengenalan akan Allah yang benar yang seperti apa yang seharusnya mendasari penyembahan kita?

Allah yang kudus yang memberi hukum-hukumNya agar umatNya hidup kudus
Tuhan berfirman kepada Musa agar naik ke gunung menemui Allah seorang diri untuk menerima 2 loh batu yang berisi 10 perintah Allah. Hanya Musa seorang diri yang diizinkan untuk menemuiNya. Allah yang kudus tidak bisa dengan sembarangan kita hampiri. Ia yang kudus menghendaki kita umatNya hidup dalam kekudusan (lihat 1 Petrus 1:15-16).

Allah yang menghampiri kita
“Turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama TUHAN.” (ayat 5). Turunnya Tuhan menghampiri umat manusia secara puncak digenapi dalam Yesus Kristus. Manusia berdosa tidak mungkin menghampiri Allah. Kebenaran ini sudah seharusnya mendorong kita untuk menyembah Allah dengan benar.

Allah yang berlimpah kasih dan setiaNya
Karakter Allah yang penuh kasih dan setia tidak menghilangkan akan keadilanNya dalam menghukum orang berdosa. Umat Israel yang berdosa seharusnya menerima hukuman Allah, tapi saat mereka bertobat, Allah menunjukkan kasih dan setiaNya kepada umat Israel. Kebenaran ini terlilhat jelas dalam pengorbanan Kristus di atas kayu salib. Penyembahan kita kepada Tuhan seharusnya merupakan penyembahan yang berdasarkan kasih dan setiaNya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 13 Feb 2022