Faithful to the End

posted in: Sermon | 0

2 Timotius 4:7-8 | Pdt. Paulus Surya

I have fought the good fight, I have finished the race, I have kept the faith. Henceforth there is laid up for me the crown of righteousness, which the Lord, the righteous judge, will award to me on that day, and not only to me but also to all who have loved his appearing.

Melalui 2 ayat ini kita dapat melihat kebenaran bahwa Tuhan akan mengaruniakan mahkota kebenaran kepada setiap orang percaya yang setia kepadaNya sampai akhir hidupnya. Yang dimaksud dengan “mahkota kebenaran” adalah hidup kekal bagi orang-orang yang dibenarkan dalam Kristus dengan segala kemuliaanNya. Bagaimana kita sebagai orang percaya bisa setia kepada Tuhan sampai akhir hidup kita?

Pastikan kita bertanding dalam “pertandingan yang baik”
“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik” (ayat 7a). Ungkapan “pertandingan yang baik” menunjuk pada kehidupan untuk kemuliaan Tuhan dan demi kemajuan Injil Kristus. Dalam 1 Timotius 6:12, hal ini juga disebut sebagai pertandingan yang benar. Mari kita menjalani kehidupan yang bukan baik di mata dunia, tetapi benar di mata Tuhan.

Tidak menyerah dengan kesulitan hidup
“Aku telah mencapai garis akhir” (ayat 7b). Istilah “garis akhir” adalah istilah yang rasul Paulus pakai yang diambil dari dunia atletik khususnya lomba lari. Ungkapan ini menunjuk pada kehidupan yang tidak menyerah dengan berbagai kesulitan atau rintangan di dalam hidup ini. Paulus pernah berkata, “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa.” (2 Korintus 4:8).

Hidup berdasarkan iman
“Aku telah memelihara iman” (ayat 7c). Ungkapan ini menunjuk pada kehidupan yang terus-menerus berdasarkan
iman kepada Yesus Kristus. Hidup berdasarkan iman bukan kehidupan yang legalistik, dimana kita hidup bersandar pada perbuatan baik kita dan bukan kepada Kristus. Hidup berdasarkan iman juga bukan antinomian (anti hukum), yaitu hidup yang mengaku percaya kepada Yesus tapi berkanjang dalam dosa (lihat ayat 10).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 9 Januari 2022