You Shall Not Covet

posted in: Sermon | 0

Keluaran 20:17 | Pdt. Paulus Surya

17 “You shall not covet your neighbor’s house; you shall not covet your neighbor’s wife, or his male servant, or his female servant, or his ox, or his donkey, or anything that is your neighbor’s.”

21 “‘And you shall not covet your neighbor’s wife. And you shall not desire your neighbor’s house, his field, or his male servant, or his female servant, his ox, or his donkey, or anything that is your neighbor’s.’

Sebagai umat yang telah ditebusNya, TUHAN memerintahkan kita agar jangan mengingini milik orang lain. Apa saja wujud ketaatan terhadap perintah ini?

Menghargai pemberian Allah kepada orang lain
“Jangan mengingini” di Keluaran 20:17 bukan menunjuk kepada semua keinginan manusia. Ada keinginan yang baik, seperti mau melayani Tuhan dan menolong sesama. Yang dimaksud dengan “jangan mengingini” di sini menunjuk kepada keinginan negative yaitu tidak menghargai milik orang lain dengan cara mau mengambil, memiliki atau sekedar iri hati. Kita perlu selalu mengingat bahwa semua yang kita dan orang lain miliki adalah dari Tuhan (1 Tawarikh 19:14b).

Mensyukuri & puas dengan pemberian Allah kepada kita
“Jangan menghasratkan” di Ulangan 5:21 menunjuk kepada keinginan yang serakah yang lebih dari sekedar mengingini. Setiap orang percaya dipanggil untuk dapat “belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan” (Filipi 4:11-12). Rasa syukur dan puas sejati hanya ada dalam Tuhan. Agustinus pernah berkata bahwa dalam hati manusia ada God-shaped hole, yaitu ruangan kosong yang hanya bisa diisi oleh Allah yang memperkenalkan diri dalam Yesus.

Memiliki motivasi benar dalam upaya mendapatkan sesuatu
Perintah “jangan mengingini” berbeda dengan perintahperintah lainnya, karena ditujukan langsung pada hati/ motivasi manusia. Pada dasarnya, hati/motivasi orang berdosa dalam upaya memiliki sesuatu, tidaklah benar. Manusia seringkali dimotivasi oleh iri hati, yaitu tidak senang melihat kelebihan orang lain dan sikap yang tidak mau kalah (lihat Pengkotbah 4:4). Kita dipanggil bukan untuk be the best, tetapi untuk do our best. Kolose 3:23 mengingatkan supaya kita melakukan segala sesuatu dengan motivasi untuk Tuhan.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 5 Des 2021