Sukacita Natal

posted in: Sermon | 0

Yesaya 9:1-5 | Pdt. Paulus Surya

For to Us a Child Is Born (Listen)

But there will be no gloom for her who was in anguish. In the former time he brought into contempt the land of Zebulun and the land of Naphtali, but in the latter time he has made glorious the way of the sea, the land beyond the Jordan, Galilee of the nations.

  The people who walked in darkness
    have seen a great light;
  those who dwelt in a land of deep darkness,
    on them has light shone.
  You have multiplied the nation;
    you have increased its joy;
  they rejoice before you
    as with joy at the harvest,
    as they are glad when they divide the spoil.
  For the yoke of his burden,
    and the staff for his shoulder,
    the rod of his oppressor,
    you have broken as on the day of Midian.
  For every boot of the tramping warrior in battle tumult
    and every garment rolled in blood
    will be burned as fuel for the fire.

Yesus yang datang sebagai terang dunia adalah sumber sukacita sejati bagi umatNya (lihat Yesaya 9:1-2). Mengapa Yesus menjadi sukacita sejati bagi kita?

Ia membebaskan kita dari perbudakan dosa (ayat 3)
Istilah “kuk, gandar, dan tongkat” menunjuk pada perbudakan di Mesir. Hal ini dapat kita lihat dalam kitab Keluaran. “Pada hari kekalahan Midian”, ini menunjuk pada peristiwa Gideon dengan 300 orang yang mengalahkan ribuan tentara Midian. Yesaya memakai gambarangambaran ini untuk menunjuk pada Yesus yang melepaskan umatNya dari belenggu perbudakan dosa (lihat Roma 6:18).

Ia mengalahkan musuh untuk memberi kita kemenangan (ayat 4)
Ungkapan dalam ayat 4 ini menunjukkan bahwa peperangan telah selesai dan musuh sudah dikalahkan. Secara rohani, musuh umat Tuhan adalah iblis. Kedatangan Yesus ke dunia mengalahkan musuh utama kita yaitu si iblis (lihat Kolose 2:15 & 1 Yohanes 3:8b). Meskipun iblis sudah dikalahkan, namun selama Yesus belum datang kedua kalinya, kita harus tetap berhati-hati terhadap tipu muslihatnya yang dapat menjatuhkan kita (lihat Yakobus 4:7).

Ia memerintah kita selamanya (ayat 5)
Yesus sebagai Mesias memiliki sebutan: Penasihat Ajaib (memimpin hidup kita tanpa salah), Allah yang perkasa (Ia manusia 100% sekaligus Allah 100%), Bapa yang kekal (Ia bukan Allah Bapa tetapi berfungsi sebagai bapa bagi umatNya), Raja Damai (memberi damai yang sejati). Kebenaran ini sudah seharusnya menjadi sumber sukacita kita, karena di tengah masalah hidup kita, kita tahu Ia memerintah hidup kita tanpa salah.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 12 Des 2021