The Gospel of Christ

posted in: Sermon | 0

Galatia 1:1-9 | Bpk Efendi Namdin

Greeting (Listen)

Paul, an apostle—not from men nor through man, but through Jesus Christ and God the Father, who raised him from the dead—and all the brothers who are with me,

To the churches of Galatia:

Grace to you and peace from God our Father and the Lord Jesus Christ, who gave himself for our sins to deliver us from the present evil age, according to the will of our God and Father, to whom be the glory forever and ever. Amen.

No Other Gospel (Listen)

I am astonished that you are so quickly deserting him who called you in the grace of Christ and are turning to a different gospel—not that there is another one, but there are some who trouble you and want to distort the gospel of Christ. But even if we or an angel from heaven should preach to you a gospel contrary to the one we preached to you, let him be accursed. As we have said before, so now I say again: If anyone is preaching to you a gospel contrary to the one you received, let him be accursed.

Seringkali kita lekas melupakan apa yang telah diberitakan kepada kita. Jemaat di Galatia ditegur oleh Rasul Paulus karena mereka dengan lekas berbalik dari Kristus mengikuti Injil palsu. Galatia 1:1-9 pada dasarnya mengajarkan bahwa Injil Kristus adalah satu-satunya Injil yang benar. Yang menjadi pertanyaan adalah: Bagaimana kita tahu bahwa Injil yang kita terima adalah benar?

Memberitakan kasih karunia Tuhan Yesus Kristus yang telah menyelamatkan kita (ayat 6 – lihat ayat 1 dan 4)
Kita diselamatkan hanya karena kasih karunia dari Allah di dalam Kristus yang telah mati untuk dosa-dosa kita dan bangkit dari antara orang mati (lihat 1 Korintus 15:3-4). Inilah berita yang sangat penting! Jikalau berita keselamatan ini dihilangkan, seperti yang dilakukan oleh Kristen Liberal, maka Injil bukan lagi menjadi Injil yang benar.

Sesuai dengan Firman Tuhan yang diberitakan oleh para Rasul (ayat 8-9)
Injil palsu yang diterima oleh jemaat di Galatia mengajar mereka untuk disunat agar selamat (5:2). Injil palsu ini tidak sesuai dengan Firman Tuhan yang mengajarkan bahwa keselamatan hanya ada di dalam Yesus Kristus melalui iman. Zaman sekarang masih banyak pengajaran, contohnya Roma Katolik, yang mengajarkan untuk selamat manusia perlu percaya Kristus ditambah perbuatan baik. Pengajaran seperti ini meremehkan karya keselamatan Kristus yang sempurna.

Menjaga kita dari pengajar palsu (ayat 7-9)
Jemaat Galatia diingatkan agar tidak menerima injil berdasarkan pengajarnya sendiri, meskipun orang itu adalah malaikat dari surga. Pengajar harus diuji bukan berdasarkan penampilan atau kesuksesan atau pengikutnya banyak, namun berdasarkan pengajarannya yang harus sesuai dengan Firman Tuhan.

Ringkasan kotbah Bpk. Efendi Namdin, 28 November 2021