You Shall Not Lie

posted in: Sermon | 0

Keluaran 20:16 | Pdt Paulus Surya

16 “You shall not bear false witness against your neighbor.

25 Therefore, having put away falsehood, let each one of you speak the truth with his neighbor, for we are members one of another.

Dari 2 bagian Firman Tuhan ini, kita tahu bahwa Tuhan memerintahkan kita agar jangan berdusta. Bagaimana agar kita bisa menaati perintah Tuhan ini?

Menyadari status kita sebagai orang percaya
“Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.” (Efesus 4:25). Istilah “karena itu” berhubungan dengan status orang percaya sebagai manusia baru dalam Kristus; sedangkan istilah “sesama anggota” berhubungan dengan kita sebagai anggota tubuh Kristus. Melakukan kebenaran berdasarkan status baru sebagai orang percaya adalah keunikan dari pengajaran Alkitab. Hal ini akan membuat kita melakukan kebenaran dengan motivasi yang benar.

Membuang manusia lama kita yang suka berdusta
Istilah “buanglah” di Efesus 4:25 sama dengan kata “menanggalkan” (manusia lama) di ayat Efesus 4:22. Saat kita bertobat, akar dosa yang membuat kita akan dimurkai Allah sudah ditiadakan, tapi manusia lama kita (termasuk berdusta) masih harus terus kita perangi. Setiap kita akan mempertanggung-jawabkan kata-kata kita di hari pengadilan (lihat Matius 12:36).

Mempraktekkan berkata benar
Istilah “berkatalah benar seorang kepada yang lain” dapat kita hubungkan dengan perkataan Tuhan Yesus di Matius 5:37, “Jika ya hendaklah kamu katakan ya. Jika tidak hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih dari pada itu berasal dari si jahat.” Ini bukan berarti dalam pengadilan atau konteks sumpah jabatan, kita tidak boleh bersumpah. Tetapi di sini penekanannya adalah sebagai orang percaya dalam hidup sehari-hari hendaknya kata-kata kita dapat dipercaya. Mari kita mengatasi dosa berdusta dengan terus-menerus mempraktekkan berkata dengan benar.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 14 November 2021

Leave a Reply