The Sabbath Day

posted in: Sermon | 0

Keluaran 20:8-11 | Pdt Paulus Surya

“Remember the Sabbath day, to keep it holy. Six days you shall labor, and do all your work, 10 but the seventh day is a Sabbath to the LORD your God. On it you shall not do any work, you, or your son, or your daughter, your male servant, or your female servant, or your livestock, or the sojourner who is within your gates. 11 For in six days the LORD made heaven and earth, the sea, and all that is in them, and rested on the seventh day. Therefore the LORD blessed the Sabbath day and made it holy.

12 “‘Observe the Sabbath day, to keep it holy, as the LORD your God commanded you. 13 Six days you shall labor and do all your work, 14 but the seventh day is a Sabbath to the LORD your God. On it you shall not do any work, you or your son or your daughter or your male servant or your female servant, or your ox or your donkey or any of your livestock, or the sojourner who is within your gates, that your male servant and your female servant may rest as well as you. 15 You shall remember that you were a slave in the land of Egypt, and the LORD your God brought you out from there with a mighty hand and an outstretched arm. Therefore the LORD your God commanded you to keep the Sabbath day.

Bagian ini mengajarkan bahwa Tuhan memerintahkan kita agar mengingat dan menguduskan hari Sabat.

APA yang dimaksud dengan Sabat?
Kata “Sabat” berarti istirahat. Kata ini menunjuk kepada istirahat
dari pekerjaan sehari-hari, namun secara rohani juga menunjuk
kepada istirahat/kelegaan dari dosa dalam Kristus, yang akan
tergenapi secara sempurna dalam kekekalan (lihat Matius 11:28;
Ibrani 4:3; Wahyu 14:13).

MENGAPA TUHAN memerintahkan agar kita mengingat dan menguduskan hari Sabat?
Keluaran 20:11 mencatat bahwa kita harus menguduskan hari Sabat karena TUHAN Pencipta alam semesta juga menguduskan hari Sabat. Dalam Ulangan 5:15 dicatat alasan mengapa kita harus menguduskan hari Sabat, yaitu karena kita telah dilepaskan dari perbudakan dosa.

BAGAIMANA seharusnya kita mengingat dan menguduskan hari Sabat?
Ada 2 pandangan yang diterima di kalangan gereja Presbyterian/Reformed, yaitu:

  1. PURITAN VIEW: yang berpendapat bahwa hari Sabat berubah dari hari Sabtu (hari ketujuh) menjadi hari Minggu (hari pertama) sejak Yesus bangkit dari kematian (Kis 20:7; 1 Kor
    16:1-2; Wahyu 1:10). Hari Minggu adalah hari untuk beribadah bersama dan hanya dipakai untuk hal-hal yang fokus kepada Tuhan dan menguatkan sesama, dan bukan untuk hal-hal duniawi dan sehari-hari (olahraga, kerja, belajar, dll).

  2. CONTINENTAL VIEW: yang berpendapat bahwa semua hari adalah sama dan setiap orang percaya sudah hidup dalam “hari Sabat” (Ibrani 4:9-10; Roma 14:5). Beribadah pada hari Minggu adalah baik. Patokan untuk apa yang boleh kita lakukan adalah untuk kemuliaan Allah dan membangun iman orang lain dan diri.

Kedua pandangan ini menekankan pentingnya ibadah bersama sebagai kesempatan untuk mengingat keselamatan dalam Yesus dan bersekutu dengan saudara seiman (Ibrani 10:25).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 26 September 2021

Leave a Reply