Do Not Take The Lord’s Name In Vain

posted in: Sermon | 0

Keluaran 20:1,2,7 | Pdt Paulus Surya

The Ten Commandments (Listen)

20 And God spoke all these words, saying,

“I am the LORD your God, who brought you out of the land of Egypt, out of the house of slavery.

“You shall have no other gods before me.

“You shall not make for yourself a carved image, or any likeness of anything that is in heaven above, or that is in the earth beneath, or that is in the water under the earth. You shall not bow down to them or serve them, for I the LORD your God am a jealous God, visiting the iniquity of the fathers on the children to the third and the fourth generation of those who hate me, but showing steadfast love to thousands of those who love me and keep my commandments.

“You shall not take the name of the LORD your God in vain, for the LORD will not hold him guiltless who takes his name in vain.

Dari perintah ketiga, kita dapat belajar bahwa TUHAN yang telah menyelamatkan kita, menghendaki agar kita menghormati Dia, dengan tidak menyebut namaNya dengan sembarangan. Apa saja yang termasuk dalam “menyebut nama Tuhan dengan sembarangan”?

Mengucapkan nama Tuhan dengan tidak pantas
Nama Tuhan adalah nama yang mulia. Mazmur 8:10 mencatat, “Ia TUHAN, Tuhan kami, betapa muliaNya namaMu di seluruh bumi.” Karena nama Tuhan menunjuk pada pribadi Tuhan sendiri, maka Tuhan akan memandang sebagai dosa yang serius tatkala kita menyebut namaNya dengan sembarangan.

Bersumpah dusta dengan memakai nama Tuhan
Pada dasarnya kita tidak salah untuk bersumpah demi nama Tuhan untuk suatu hal yang benar. Yang dilarang Tuhan adalah bersumpah dusta demi namaNya. Tuhan juga melarang kita untuk sedikit-sedikit bersumpah sehingga katakata kita tidak bisa dipercaya (Matius 5:34-35).

Beribadah tanpa menghormati kekudusan nama Tuhan
Pada saat kita ikut dalam suatu ibadah dan pikiran kita melayang kemana-mana, atau kita sambil sibuk bermain HP, atau fokus pikiran kita bukan kepada Tuhan, maka kita sedang melanggar perintah ketiga ini (bandingkan dengan Imamat 22:2).

Menjalani hidup yang melanggar kekudusan nama Tuhan
Amos 2:7b mencatat, “Anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan namaKu.” Sebagai orang percaya, kita menyandang nama Tuhan, sehingga kita seharusnya hidup meninggikan namaNya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 19 September 2021