Membantu Pekerjaan TUHAN

posted in: Sermon | 0

Keluaran 4:1-9 | Pdt. Paulus Surya

20 And when they had mocked him, they stripped him of the purple cloak and put his own clothes on him. And they led him out to crucify him.

The Crucifixion (Listen)

21 And they compelled a passerby, Simon of Cyrene, who was coming in from the country, the father of Alexander and Rufus, to carry his cross.

13 Greet Rufus, chosen in the Lord; also his mother, who has been a mother to me as well.

Melalui kisah Simon dari Kirene membantu mengangkat salib Yesus, kita dapat melihat bahwa saat kita membantu pekerjaan Tuhan, maka kita akan mendapatkan pelajaran-pelajaran rohani yang berharga. Apa saja?

Membantu sekaligus terbantu
Saat kita berbagian/membantu pekerjaan Tuhan, maka sebenarnya kitalah yang lebih terbantu (diuntungkan). Secara yang kelihatan mata jasmani, Simon membantu Tuhan Yesus, padahal sebenarnya Simonlah yang lebih terbantu, karena hidupnya kemudian diubahkan oleh Tuhan. Hal ini dapat kita ketahui dari keterangan “ayah Aleksander dan Rufus”. Roma 16:13 mencatat bahwa Rufus adalah orang percaya sejati yang melayani di Roma. Para penafsir mengatakan bahwa Simon membawa keluarganya mengenal Kristus.

Berkat di balik berat
Saat kita berbagian/membantu pekerjaan Tuhan, maka mulamula bisa merasa berat dan tidak menyenangkan, tapi sebenarnya ujungnya adalah berkat Tuhan yang membawa kebahagiaan sejati. Hal ini dialami oleh Simon dari Kirene yang membantu memikul salib Kristus. Sangat mungkin ia mendengar perkataan-perkataan Yesus dari atas salib. Bila saat ini kita sedang berbagian dalam pekerjaan Tuhan dan terasa berat, setialah terus dengan fokus pada Yesus, karena ujungnya adalah berkat.

Berbagian dalam karya terbesar Allah
Saat kita membantu pekerjaan Tuhan, maka sebenarnya kita sedang berbagian dalam karya terbesar Allah, yaitu rencana penyelamatan Allah bagi manusia berdosa melalui salib Kristus. Apapun yang kita kerjakan dalam pelayanan bagi Tuhan, milikilah perspektif ini. Meskipun saat Simon dari Kirene membantu mengangkat salib Kristus, ia tidak sadar bahwa ia sedang berbagian dalam karya terbesar Allah, namun di kemudian hari ia pasti menyadarinya.

Bila kita menyadari kebenaran ini, maka kita akan dapat melakukan pelayanan apapun, baik di lingkungan gereja maupun di luar gereja, dengan sukacita meskipun di tengah kesibukan dan tantangan yang ada.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 21 Maret 2021

Leave a Reply