Faith in God Almighty

posted in: Sermon | 0

Keluaran 4:1-9 | Pdt. Paulus Surya

Moses Given Powerful Signs (Listen)

Then Moses answered, “But behold, they will not believe me or listen to my voice, for they will say, ‘The LORD did not appear to you.’” The LORD said to him, “What is that in your hand?” He said, “A staff.” And he said, “Throw it on the ground.” So he threw it on the ground, and it became a serpent, and Moses ran from it. But the LORD said to Moses, “Put out your hand and catch it by the tail”—so he put out his hand and caught it, and it became a staff in his hand—“that they may believe that the LORD, the God of their fathers, the God of Abraham, the God of Isaac, and the God of Jacob, has appeared to you.” Again, the LORD said to him, “Put your hand inside your cloak.” And he put his hand inside his cloak, and when he took it out, behold, his hand was leprous like snow. Then God said, “Put your hand back inside your cloak.” So he put his hand back inside his cloak, and when he took it out, behold, it was restored like the rest of his flesh. “If they will not believe you,” God said, “or listen to the first sign, they may believe the latter sign. If they will not believe even these two signs or listen to your voice, you shall take some water from the Nile and pour it on the dry ground, and the water that you shall take from the Nile will become blood on the dry ground.”

Pada saat Musa sedang meragukan akan panggilan Tuhan bagi dirinya, maka Tuhan menunjukkan kuasaNya dengan membuat 3 mujizat. Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki agar kita percaya penuh akan kemahakuasaanNya dalam mengatasi persoalan hidup kita. Dalam hal apa saja seharusnya kita percaya penuh akan kemahakuasaanNya?

To transform
Tuhan sanggup mengubah hal yang biasa, yang ada pada kita, menjadi alatNya yang luar biasa. Melalui mujizat pertama, yaitu tongkat menjadi ular, Tuhan menunjukkan kuasaNya dengan mengubah tongkat biasa menjadi tongkat Allah: mengubah air sungai Nil menjadi darah, membelah laut Merah, menurunkan hujan es, dll. 40 tahun sebelumnya, Musa yang bersandar pada kekuatannya sendiri, gagal untuk menyelamatkan umat Israel. Sedangkan Musa di usia 80 tahun ini, dengan bersandar pada Tuhan, berhasil dipakai Tuhan untuk menyelamatkan umat Israel.

To renew
Tuhan sanggup memperbaharui keadaan yang tanpa harapan (seperti tangan yang kena kusta) menjadi pulih kembali. Dengan percaya kepada Tuhan, maka Musa yang lemah dan merasa tidak mampu, serta bangsa Israel yang tidak berpengharapan, dapat Tuhan perbaharui. Alkitab dipenuhi catatan tentang orangorang yang beriman kepada Tuhan dan dibaharui hidupnya, antara lain Daud, Saulus, Petrus, Maria Magdalena, dll. Dalam Kristus, Tuhan juga memperbaharui kita yang bersandar kepadaNya.

To conquer
Tuhan sanggup mengalahkan musuh kita. Dalam konteks Keluaran 4 ini, Tuhan mengalah Mesir, bangsa yang kuat dan makmur (seperti sungai Nil), menjadi hancur seperti tanah kering yang berlumuran darah. Pada saat Musa lahir, sungai Nil juga seringkali berwarna merah karena bayi-bayi Israel yang dibunuh dan dibuang ke sungai Nil. Meskipun peristiwa ini sudah 80 tahun berlalu, namun Tuhan tidak melupakannya. Ia akan menghancurkan Mesir. Kemahakuasaan Tuhan menghancurkan Mesir merefleksikan kemenangan Kristus mengalahkan iblis, dosa, kejahatan, dan kematian.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 14 Maret 2021

Leave a Reply