God’s Fellow Workers

posted in: Sermon | 0

Keluaran 3:1-5, 10-12 | Pdt. Paulus Surya

The Burning Bush (Listen)

Now Moses was keeping the flock of his father-in-law, Jethro, the priest of Midian, and he led his flock to the west side of the wilderness and came to Horeb, the mountain of God. And the angel of the LORD appeared to him in a flame of fire out of the midst of a bush. He looked, and behold, the bush was burning, yet it was not consumed. And Moses said, “I will turn aside to see this great sight, why the bush is not burned.” When the LORD saw that he turned aside to see, God called to him out of the bush, “Moses, Moses!” And he said, “Here I am.” Then he said, “Do not come near; take your sandals off your feet, for the place on which you are standing is holy ground.”

10 Come, I will send you to Pharaoh that you may bring my people, the children of Israel, out of Egypt.” 11 But Moses said to God, “Who am I that I should go to Pharaoh and bring the children of Israel out of Egypt?” 12 He said, “But I will be with you, and this shall be the sign for you, that I have sent you: when you have brought the people out of Egypt, you shall serve God on this mountain.”

Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki kita untuk menjadi kawan sekerjanya dalam rencana penyelamatan Allah bagi umatNya. Seperti Allah memanggil Musa menjadi kawan sekerjaNya, maka Ia menghendaki setiap orang percaya juga demikian. Kawan sekerja seperti apa yang dikehendaki Allah?

Living in holiness
Ayat 5 mencatat, “Lalu Ia berfirman: Janganlah datang dekatdekat, tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” Ini bukan berarti kasut adalah lambang dosa, tetapi ini merupakan sikap hormat terhadap Allah yang maha kudus yang hadir di suatu tempat. Ini menunjukkan bahwa dalam berelasi dengan Allah, diperlukan kekudusan (lihat Imamat 19:2). Kekudusan hidup dimulai dengan percaya penuh kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat.

Focus on Him
Ayat 11-12a mengatakan, “Tetapi Musa berkata kepada Allah: Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” Lalu firmanNya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau?” Pada saat Musa fokus kepada dirinya sendiri, maka ia merasa tidak mampu menjalani panggilan Tuhan. Tuhan mengingatkan supaya Musa dan kita yang percaya kepadaNya fokus kepada diriNya yang menguatkan dan memampukan kita.

Follow His plan
Ayat 12b menyebutkan, “Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: Apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.” Ini menunjukkan bahwa Tuhan sudah punya rencana yang pasti. Ia mau supaya Musa mengikuti dan taat kepadaNya. Seperti umat Israel yang dibebaskan dari perbudakan Mesir, Tuhan menghendaki mereka beribadah kepadaNya, maka setiap orang percaya yang ditebus dari perbudakan dosa juga dipanggil untuk beribadah kepada Tuhan.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 21 Februari 2021