Bad Influence

posted in: Sermon | 0

Markus 8:14-21 | Pdt. Paulus Surya

The Leaven of the Pharisees and Herod (Listen)

14 Now they had forgotten to bring bread, and they had only one loaf with them in the boat. 15 And he cautioned them, saying, “Watch out; beware of the leaven of the Pharisees and the leaven of Herod.” 16 And they began discussing with one another the fact that they had no bread. 17 And Jesus, aware of this, said to them, “Why are you discussing the fact that you have no bread? Do you not yet perceive or understand? Are your hearts hardened? 18 Having eyes do you not see, and having ears do you not hear? And do you not remember? 19 When I broke the five loaves for the five thousand, how many baskets full of broken pieces did you take up?” They said to him, “Twelve.” 20 “And the seven for the four thousand, how many baskets full of broken pieces did you take up?” And they said to him, “Seven.” 21 And he said to them, “Do you not yet understand?”

Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa Tuhan Yesus mengingatkan para muridNya (termasuk kita), agar waspada terhadap pengaruh buruk dunia sekitar kita. Apa saja pengaruh buruk dunia sekitar kita yang Tuhan sebut sebagai “ragi orang Farisi (pengaruh buruk dari dunia agama) dan Herodes (pengaruh buruk dari dunia politik)”?

Disbelief
ketidak-percayaan orang Farisi kepada Yesus terlihat pada saat mereka meminta tanda, “Mereka meminta daripadaNya suatu tanda dari surga” (ayat 11). Demikian pula yang dilakukan Herodes, “Ia mengharapkan melihat bagaimana Yesus mengadakan suatu tanda.” (Lukas 23:8). Ketidak-percayaan seperti ini, saat itu mulai mempengaruhi hidup para murid. Mereka menguatirkan soal makanan, padahal mereka sedang bersama Yesus yang telah memberi makan 5000 dan 4000 orang hanya dengan sedikit roti dan ikan (ayat 16-21).

Hypocrisy
Tuhan Yesus menyebut orang-orang Farisi sebagai orang-orang yang munafik (Markus 7:6). Sedangkan kemunafikan Herodes terlihat dari hidupnya dalam perzinahan namun kelihatannya dia menyukai Firman Tuhan (Markus 6:17-20). Bagaimana kita bisa mengatasi kemunafikan? Dengan bersandar pada Roh Kudus sehingga kita memiliki penguasaan diri, yaitu demi Kristus yang sudah menyelamatkan kita, kita mau melakukan yang benar untuk Tuhan meskipun hal itu tidak menyenangkan kita.

Christless
Pada dasarnya orang-orang Farisi (legalistik) dan orang-orang Herodian (antinomian) merupakan kelompok “Christless Christianity”. Mereka beragama tetapi menolak Kristus, “lalu keluarlah orang-orang Farisi dan bersekongkol dengan orang-orang Herodian untuk membunuh Dia.” (Markus 3:6). Hidup yang benar adalah menempatkan Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat kita.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 15 November 2020

Leave a Reply