The Amazing Help

posted in: Sermon | 0

Markus 7:31-37 | Pdt. Paulus Surya

Jesus Heals a Deaf Man (Listen)

31 Then he returned from the region of Tyre and went through Sidon to the Sea of Galilee, in the region of the Decapolis. 32 And they brought to him a man who was deaf and had a speech impediment, and they begged him to lay his hand on him. 33 And taking him aside from the crowd privately, he put his fingers into his ears, and after spitting touched his tongue. 34 And looking up to heaven, he sighed and said to him, “Ephphatha,” that is, “Be opened.” 35 And his ears were opened, his tongue was released, and he spoke plainly. 36 And Jesus charged them to tell no one. But the more he charged them, the more zealously they proclaimed it. 37 And they were astonished beyond measure, saying, “He has done all things well. He even makes the deaf hear and the mute speak.”

Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa pertolongan Tuhan Yesus kepada kita yang memohon kepadaNya adalah pertolongan yang menakjubkan. Apa saja ciri-ciri pertolongan Yesus yang menakjubkan itu?

Generous
Yaitu memberi lebih daripada yang kita minta. Ayat 32 mencatat orang yang membawa seorang yang tuli dan gagap kepada Yesus, memohon Yesus untuk meletakkan tanganNya atas orang itu. Yesus mengabulkan permohonan mereka melebihi yang mereka minta. Orang itu bukan hanya disembuhkan secara fisik, tetapi juga secara rohani (lihat juga 1 Korintus 2:9).

Personal
Dalam memberi pertolongan, seringkali Yesus melakukan personal touch. “Sesudah Yesus memisahkan dia dari orang banyak, sehingga mereka sendirian, Ia memasukkan jariNya ke telinga orang itu, lalu Ia meludah dan meraba lidah orang itu.” (ayat 33). Hal ini seperti yang diungkapkan di Yesaya 49:16. Saat ini Tuhan seringkali menolong kita secara personal dengan berbicara secara pribadi melalui FirmanNya sesuai dengan pergumulan kita masing-masing.

Redemptive
“Ia menjadikan segala-galanya baik.” (ayat 37). Dalam Kejadian 1:31 di catat bahwa “Allah melihat segala yang dijadikanNya itu, sungguh amat baik”, tapi dosa telah merusaknya sehingga terjadi orang menjadi bisu dan tuli. Meski demikian, Yesaya 35:5-6 mencatat janji Tuhan bahwa melalui Mesias akan ada kesembuhan bagi yang bisu dan tuli. Hal ini digenapi di dalam diri Yesus Kristus di Markus 7 ini. Kejadian ini adalah hal yang luar biasa, tetapi Tuhan Yesus melarang untuk orang-orang memberitakannya. Mengapa? Karena saat itu Yesus belum mati dan bangkit, sehingga orang nanti bisa salah mengerti bahwa Yesus hanyalah penyembuh jasmani. Padahal kesembuhan rohani lebih penting daripada kesembuhan jasmani.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 8 November 2020

Leave a Reply