Growing In God’s Word

posted in: Sermon | 0

2 Petrus 1:12-15 | Pdt. Paulus Surya

12 Therefore I intend always to remind you of these qualities, though you know them and are established in the truth that you have. 13 I think it right, as long as I am in this body, to stir you up by way of reminder, 14 since I know that the putting off of my body will be soon, as our Lord Jesus Christ made clear to me. 15 And I will make every effort so that after my departure you may be able at any time to recall these things.

“Unless I am convinced by sacred scripture or by evident reason, I will not recant.” Ini adalah kalimat Martin Luther di hadapan pengadilan gereja, di mana ia menyatakan bahwa Alkitab adalah otoritas tertinggi untuk kehidupan gereja dan kekristenan (Sola Scriptura). Sola Scriptura juga menekankan the sufficiency of Scripture (Alkitab cukup untuk membawa orang mengenal jalan keselamatan dalam Kristus) dan the clarity of Scripture (Alkitab jelas bagi setiap pembaca untuk bisa mengenal Kristus dan hidup sebagai orang Kristen).

2 Petrus 1:12-15 mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki agar kita terus bertumbuh secara rohani berdasarkan keberanan Firman Tuhan. Bagaimana caranya?

Repeat (ayat 12)
Rasul Petrus mengingatkan jemaat penerima surat tentang kebenaran yang mereka telah ketahui bahkan taati. Mengapa perlu diingatkan? Karena pada dasarnya kita mudah lupa
atau kita memang perlu memahami lebih dalam lagi dan melihat kebenaran dari sudut lain.

Recall (ayat 12-13, 15)
Istilah “mengingat” muncul sampai 3 kali. Ini menunjukkan pentingnya sebagai orang percaya untuk dapat mengingat kebenaran Firman Tuhan. Salah satu cara mengingat kebenaran Firman Tuhan adalah dengan menghayati dan menghafalnya. “Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau.” (Mazmur 119:11).

Refocus (ayat 12-13, 15)
Istilah “semuanya itu” juga muncul 3 kali. Yang dimaksud di sini adalah berita tentang Yesus Kristus yang sudah diberitakan nabi-nabi di Perjanjian Lama, yaitu berita Alkitab yang Kristosentris. Tiap kali ketika kita mempelajari Alkitab, kita perlu untuk refocus kepada berita yang Kristosentris, supaya kita tidak terjatuh pada ajaran yang menyimpang yaitu legalistik/moralistik atau antinomianism (mengaku percaya tapi hidup dalam hawa nafsu dan dosa).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 1 November 2020

Leave a Reply