First Love

posted in: Sermon | 0

Wahyu 2:1-7 | Pdt. Paulus Surya

To the Church in Ephesus (Listen)

“To the angel of the church in Ephesus write: ‘The words of him who holds the seven stars in his right hand, who walks among the seven golden lampstands.

“‘I know your works, your toil and your patient endurance, and how you cannot bear with those who are evil, but have tested those who call themselves apostles and are not, and found them to be false. I know you are enduring patiently and bearing up for my name’s sake, and you have not grown weary. But I have this against you, that you have abandoned the love you had at first. Remember therefore from where you have fallen; repent, and do the works you did at first. If not, I will come to you and remove your lampstand from its place, unless you repent. Yet this you have: you hate the works of the Nicolaitans, which I also hate. He who has an ear, let him hear what the Spirit says to the churches. To the one who conquers I will grant to eat of the tree of life, which is in the paradise of God.’

Bagian ini pada dasarnya mengajarkan bahwa gereja yang sehat, yang Tuhan Yesus kehendaki, adalah gereja yang tidak meninggalkan kasihNya yang semula (first love). Kasih semula adalah kasih yang kita miliki saat bertobat sungguh-sungguh, yaitu “jatuh cinta kepada Yesus yang menyelamatkan kita”. Memiliki kasih semula akan membuat hati kita berkobar untuk bersekutu dengan Kristus, bersyukur akan keselamatanNya, dan rindu menyenangkan hatiNya. Hal ini akan terwujud dalam hubungan dengan sesama, baik terhadap jiwa-jiwa yang masih terhilang maupun persekutuan dengan saudara seiman.

 Tanpa kasih yang semula, berbagai hal yang baik (ayat 2-3, 6) akan menjadi sia-sia. Bagaimana kita bisa memiliki kasih yang semula secara terus-menerus?

Remember
“Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh.” (ayat 5a). Dengan menyadari betapa berdosanya diri kita, akan membuat kita menghargai betapa mulianya keselamatan dalam Kristus. Hal ini dapat kita lihat dalam kehidupan rasul Paulus yang menyadari dirinya paling berdosa di antara para rasul (1 Korintus 15:9), di antara orang percaya (Efesus 3:8), dan di antara orang berdosa (1 Timotius 1:15), sehingga ia dapat menghargai anugerahNya.

Repent
“Bertobatlah dan lakukan lagi apa yang semula engkau lakukan.” (ayat 5b). Bertobat mencakup kesadaran akan dosa, persetujuan untuk meninggalkan dosa, dan tindakan untuk meninggalkan dosa serta datang pada Kristus. Pertobatan seperti ini seharusnya terjadi terus-menerus di antara umat Tuhan. Dengan demikian, gereja Tuhan tetap dapat Tuhan pakai menjadi terang bagi dunia ini (ayat 5d).

Recover
“Lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan.” (ayat 5c). Apa yang mereka lakukan saat betobat? Alkitab tidak memberi penjelasan sehingga sudah seharusnya penerima kitab Wahyu saat itu mengetahuinya. Hal semula yang perlu mereka lakukan adalah hal-hal dasar dalam kekristenan, yaitu mempelajari Firman Tuhan dan memiliki hidup doa sebagai relasi yang intim dengan Tuhan.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 18 Oktober 2020