A Wonderful Saviour

posted in: Sermon | 0

Markus 6:35-44 | Pdt. Paulus Surya

35 And when it grew late, his disciples came to him and said, “This is a desolate place, and the hour is now late. 36 Send them away to go into the surrounding countryside and villages and buy themselves something to eat.” 37 But he answered them, “You give them something to eat.” And they said to him, “Shall we go and buy two hundred denarii worth of bread and give it to them to eat?” 38 And he said to them, “How many loaves do you have? Go and see.” And when they had found out, they said, “Five, and two fish.” 39 Then he commanded them all to sit down in groups on the green grass. 40 So they sat down in groups, by hundreds and by fifties. 41 And taking the five loaves and the two fish, he looked up to heaven and said a blessing and broke the loaves and gave them to the disciples to set before the people. And he divided the two fish among them all. 42 And they all ate and were satisfied. 43 And they took up twelve baskets full of broken pieces and of the fish. 44 And those who ate the loaves were five thousand men.

Bagian ini pada intinya mengajarkan bahwa Yesus adalah Juruselamat ajaib yang peduli dengan persoalan hidup kita manusia. Bagaimana Tuhan Yesus menunjukkan kepedulianNya?

Fellow workers
Kepedulian Tuhan Yesus terhadap persoalan hidup manusia ditunjukkan dengan menjadikan kita orang-orang percaya sebagai rekan sekerjaNya. Ia berkata kepada murid-muridNya, “Kamu harus memberi mereka makan!” (ayat 37). Perkataan ini pasti mengejutkan para murid yang merasa tidak berdaya untuk memberi makan banyak orang. Tapi sebenarnya Tuhan Yesus sudah tahu apa yang akan dilakukanNya (lihat Yohanes 6:6).

What you have
Yesus mau memakai apa yang ada pada kita, bukan yang tidak ada pada diri kita. Ia bertanya kepada para muridNya, “Berapa banyak roti yang ada padamu?” (ayat 38). Tatkala mereka memberitahu Yesus bahwa yang ada hanya 5 roti dan 2 ikan, Tuhan Yesus mengambilnya dan membagi-bagikannya bagi 5000 orang laki-laki (para penafsir mengatakan bahwa jika termasuk wanita dan anak-anak, jumlahnya berkisar antara 15000-20000).

The ultimate solution
Ayat 39-44 mencatat bahwa Yesus sendiri menjadi solusi terpenting bagi persoalan hidup manusia. Ia membuat 5 roti dan 2 ikan menjadi makanan yang mengenyangkan bagi banyak orang, bahkan ada sisa 12 bakul penuh. Yang penting di sini bukan hanya Yesus menyediakan makanan, tetapi diriNya sendiri menjadi “makanan” yang mengenyangkan kelaparan hidup manusia. DA Carson mengatakan: “The significance of feeding the 5,000 is not He provides food, but He is the food.” Dalam injil Markus, hal ini ditegaskan di dalam Markus 14:22 di mana Yesus mengatakan bahwa roti melambangkan tubuhNya, yaitu tubuh yang menderita dan mati di atas kayu salib untuk penebusan dosa kita.

Apakah kita sudah mengalami kepuasan sejati dalam Yesus? Mari kita mohon pimpinan Allah Roh Kudus agar kita bertumbuh di dalam mengalami kepuasan dalam Yesus.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 4 Oktober 2020