Pelita Hidup

posted in: Sermon | 0

Mar 4:21-25 | Pdt. Paulus Surya

A Lamp Under a Basket (Listen)

21 And he said to them, “Is a lamp brought in to be put under a basket, or under a bed, and not on a stand? 22 For nothing is hidden except to be made manifest; nor is anything secret except to come to light. 23 If anyone has ears to hear, let him hear.” 24 And he said to them, “Pay attention to what you hear: with the measure you use, it will be measured to you, and still more will be added to you. 25 For to the one who has, more will be given, and from the one who has not, even what he has will be taken away.”

Bagian ini mengajarkan bahwa Tuhan menghendaki agar setiap orang percaya bersikap benar terhadap Firman Tuhan (pelita) yang dipercayakan kepada kita. Apa yang seharusnya kita lakukan sebagai sikap yang benar?

Menghidupinya (Live it)
“Orang membawa pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang (semacam tempayan), atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian.” (ayat 21). Firman Tuhan pada dasarnya berbicara tentang Yesus sebagai Pelita/Terang Dunia. Menghidupi Firman merupakan kehidupan yang kaya secara rohani. Pada saat kita membaca dan menyelidiki Firman Tuhan, di mana kita memiliki relasi yang makin benar dengan Kristus, maka kita akan dimampukan untuk menghidupi FirmanNya.

Mempelajarinya (Study it)
Sikap yang benar terhadap Firman Tuhan adalah mempelajarinya terus-menerus seumur hidup kita. Ayat 22 menekankan bahwa kebenaran Firman Tuhan yang pusatnya adalah Kristus akan dibukakan secara penuh bagi kita umatNya. Dengan kitab Wahyu selesai ditulis dan Yesus telah bangkit dari kematian dan naik ke surga, maka kebenaran Allah yang penuh telah dibukakan kepada kita. Oleh sebab itu Markus mengingatkan kita, “Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (ayat 23).

Membagikannya (Share it)
Ayat 24-25 merupakan perkataan hikmat yang dipakai oleh orang-orang Yahudi pada saat itu. Tyndale commentary mengartikan ayat ini sebagai berikut: “To those who learn, and then pass on to others what they have learned, more will be given.” Jadi mari kita mempelajari Firman dan jangan takut untuk membagikannya kepada orang lain karena Tuhan akan terus menambahkan pemahaman kita akan FirmanNya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 20 September 2020