He Never Gives Up

posted in: Sermon | 0

Bilangan 21:4-9 | Pdt. Paulus Surya

The Bronze Serpent (Listen)

From Mount Hor they set out by the way to the Red Sea, to go around the land of Edom. And the people became impatient on the way. And the people spoke against God and against Moses, “Why have you brought us up out of Egypt to die in the wilderness? For there is no food and no water, and we loathe this worthless food.” Then the LORD sent fiery serpents among the people, and they bit the people, so that many people of Israel died. And the people came to Moses and said, “We have sinned, for we have spoken against the LORD and against you. Pray to the LORD, that he take away the serpents from us.” So Moses prayed for the people. And the LORD said to Moses, “Make a fiery serpent and set it on a pole, and everyone who is bitten, when he sees it, shall live.” So Moses made a bronze serpent and set it on a pole. And if a serpent bit anyone, he would look at the bronze serpent and live.

Menggerutu atau mengeluh seringkali bisa menjadi penyakit rohani yang serius, yaitu merupakan bentuk hidup yang tidak bersyukur kepada Tuhan. Hal ini terjadi pada bangsa Israel yang mengeluh tentang roti Manna dan mempertanyakan Tuhan yang melepaskan mereka dari Mesir.

Inti berita bagian ini adalah di tengah keberdosaan umatNya, Tuhan tidak pernah menyerah untuk memenangkan mereka agar dapat hidup dalam kebenaran. Apa saja yang Tuhan lakukan?

Allowing trials
Sebenarnya bangsa Israel yang bersungut-sungut patut untuk semuanya dibinasakan, tapi Tuhan tidak melakukannya. Ia mengizinkan penderitaan dengan menyuruh ular-ular tedung menyerang orang Israel. Hal ini adalah untuk supaya bangsa Israel menyadari kesalahannya karena seringkali mereka lupa kebaikan Tuhan bila hidupnya lancar-lancar saja.

Welcoming those who repent
Bangsa Israel benar-benar bertobat karena penderitaan yang Tuhan izinkan ini. Mereka mengakui telah berdosa dan memohon belas kasihan Tuhan. Tuhan adalah pribadi yang selalu menerima umatNya yang mau bertobat dan datang kepadaNya. Kebenaran ini bukan supaya kita bisa hidup seenaknya, tapi justru supaya kita mau bangkit kembali saat sadar akan kesalahan kita.

Providing the amazing solution
Tuhan memerintahkan Musa untuk membuat ular tembaga dan menaruhnya pada suatu tiang. Bagi yang digigit ular tedung tapi memandang pada ular tembaga tembaga itu akan tetap hidup. Ini solusi yang luar biasa karena ternyata berbicara tentang Yesus yang ditinggikan di atas kayu salib. Bagi kita yang berdosa karena “gigitan iblis”, saat kita memandang/beriman kepada Yesus yang tersalib, kita akan diselamatkan (Yohanes 3:14-15).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 16 Agustus 2020