WWJD

posted in: Sermon | 0

Markus 2:13-17 | Pdt. Paulus Surya

Jesus Is Lord of the Sabbath (Listen)

23 One Sabbath he was going through the grainfields, and as they made their way, his disciples began to pluck heads of grain. 24 And the Pharisees were saying to him, “Look, why are they doing what is not lawful on the Sabbath?” 25 And he said to them, “Have you never read what David did, when he was in need and was hungry, he and those who were with him: 26 how he entered the house of God, in the time of Abiathar the high priest, and ate the bread of the Presence, which it is not lawful for any but the priests to eat, and also gave it to those who were with him?” 27 And he said to them, “The Sabbath was made for man, not man for the Sabbath. 28 So the Son of Man is lord even of the Sabbath.”

A Man with a Withered Hand (Listen)

Again he entered the synagogue, and a man was there with a withered hand. And they watched Jesus, to see whether he would heal him on the Sabbath, so that they might accuse him. And he said to the man with the withered hand, “Come here.” And he said to them, “Is it lawful on the Sabbath to do good or to do harm, to save life or to kill?” But they were silent. And he looked around at them with anger, grieved at their hardness of heart, and said to the man, “Stretch out your hand.” He stretched it out, and his hand was restored. The Pharisees went out and immediately held counsel with the Herodians against him, how to destroy him.

Bagian ini pada intinya mengajarkan bahwa tanggapan Tuhan Yesus terhadap apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari Sabat, memberi kita prinsip-prinsip penting tentang bagaimana hidup yang berkenan kepada Tuhan. Apa saja prinsip-prinsip penting tersebut?

Firman Tuhan sebagai patokan
Markus 2:25 mencatat jawaban Yesus terhadap orang-orang Farisi: “Belum pernahkah kamu baca…” Yesus mendasarkan pendapatNya dari kebenaran Firman Tuhan yang terambil dari 1 Samuel 21:1-6, Imamat 24:9 dan Yesaya 58:13-14. Jadi pada hari Sabat kita tetap boleh melakukan works of necessity, mercy and worship. Kita yang mau hidup berkenan kepada Tuhan harus menjadikan Firman Tuhan sebagai patokan hidup.

Yesus sebagai pusat
“Jadi Anak Manusia adalah juga Tuhan atas hari Sabat.” (2:28). Yesus adalah Pencipta hari Sabat yang berotoritas memberi pengertian yang benar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pada hari Sabat. Yesus juga adalah Sabat itu sendiri, yaitu istirahat sejati bagi kita yang telah dilepaskan dari belenggu dosa (Matius 11:28 & Kolose 2:16-17)
Pentingnya isi hati Pasal 3:1-6 mencatat tentang Tuhan Yesus yang mengetahui isi hati yang busuk dari orang-orang Farisi. Meskipun mereka ada dalam rumah ibadat, tapi hati mereka mau berbuat jahat terhadap Tuhan Yesus. Dari hal ini kita mengetahui bahwa Tuhan menghendaki kita bukan hanya melakukan hal yang baik, tetapi juga didasari hati dan motivasi yang baik.

Ada anugerah Tuhan dibalik perintahNya
Pasal 3:5 mencatat Yesus berkata kepada orang yang mati sebelah tangannya untuk mengulurkan tangannya. Dan pada saat ia mengulurkannya, maka sembuhlah tangannya itu. Anugerah Tuhan mendahului perintah-perintahNya. Anugerah keselamatan dalam Yesus (WDJD—What Did Jesus Do) mendahului kita bisa meneladani Yesus (WWJD—What Would Jesus Do).

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 26 Juli 2020

Leave a Reply