Jesus’ Compassion

posted in: Sermon | 0

Markus 1:40-45 | Pdt. Paulus Surya

Jesus Cleanses a Leper (Listen)

40 And a leper came to him, imploring him, and kneeling said to him, “If you will, you can make me clean.” 41 Moved with pity, he stretched out his hand and touched him and said to him, “I will; be clean.” 42 And immediately the leprosy left him, and he was made clean. 43 And Jesus sternly charged him and sent him away at once, 44 and said to him, “See that you say nothing to anyone, but go, show yourself to the priest and offer for your cleansing what Moses commanded, for a proof to them.” 45 But he went out and began to talk freely about it, and to spread the news, so that Jesus could no longer openly enter a town, but was out in desolate places, and people were coming to him from every quarter.

Bagian ini intinya mengajarkan bahwa Tuhan Yesus berbelaskasihan kepada kita, orang berdosa yang tanpa harapan, namun yang berharap kepadaNya. Apa saja bentuk-bentuk belas kasihan Tuhan Yesus kepada kita?

Memberi hidup yang berpengharapan
Ayat 40-42 mencatat tentang seorang yang sakit kusta yang datang pada Yesus. Pada zaman itu, orang kusta adalah orang yang tidak berpengharapan, yang belum ada obatnya, dan harus hidup menyendiri. Bahkan mereka dianggap sebagai orang yang kena kutuk Tuhan (misalnya Miriam, Gahazi, Uzia). Namun saat ia bertemu dengan Yesus, Yesus menyembuhkannya. Sakit kusta adalah gambaran dosa yang membuat orang berdosa tidak berpengharapan. Dalam Yesus, kita memiliki pengharapan hidup baik saat ini maupun kekekalan.

Rela bertukar tempat dengan orang berdosa
Orang kusta harus tinggal di tempat yang sunyi (lihat Imamat 13:46). Ia datang ke kota (lihat Lukas 5:12) menemui Yesus dan disembuhkan. Saat ia sembuh, ia dapat hidup bermasyarakat di kota. Sedangkan Yesus yang menyembuhkan, karena ketidaktaatan orang yang telah disembuhkan itu untuk tidak memberitahukan kepada siapa-siapa, maka Yesus harus tinggal di tempat yang sunyi (ayat 45). Pertukaran tempat ini adalah gambaran dari apa yang dilakukan Yesus di kayu salib bagi kita orang berdosa untuk keselamatan kita.

Taat pada hukum untuk keselamatan kita
Ayat 43-44 mencatat bahwa Yesus menyuruh orang kusta yang telah disembuhkan itu untuk memperlihatkan diri kepada imam dan memberi persembahan seperti yang dipersembahkan kepada Musa (lihat Imamat 14). Ini menunjukkan bahwa Yesus taat kepada hukum Taurat dan memang Ia datang untuk menggenapi hukum Taurat (Matius 5:17). Yesus juga melarang orang yang telah disembuhkan itu untuk memberitahukan kepada orang lain karena Ia belum disalibkan. Jalan ke salib merupakan ketaatan sempurna Yesus kepada kehendak Allah. Ketaatan Yesus yang sempurna diperhitungkan kepada kita yang percaya kepadaNya.

Ringkasan khotbah Pdt. Paulus Surya, 14 Juni 2020

Leave a Reply