Who is Jesus as the Son of God?

posted in: Sermon | 0

Markus 1:9-11 | Pdt. Paulus Surya

The Baptism of Jesus (Listen)

In those days Jesus came from Nazareth of Galilee and was baptized by John in the Jordan. 10 And when he came up out of the water, immediately he saw the heavens being torn open and the Spirit descending on him like a dove. 11 And a voice came from heaven, “You are my beloved Son; with you I am well pleased.”

Bagian ini pada intinya menyampaikan kebenaran bahwa peristiwa baptisan Tuhan Yesus yang menyebutkan kehadiran Roh Kudus dan Allah Bapa, menyingkapkan siapa Yesus sebagai Anak Allah. Siapa Yesus sebagai Anak Allah berdasarkan Markus 1:9-11 ini?

The person who fulfills all righteousness
Ayat 9 mencatat bahwa Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis (YP). Padahal baptisan YP adalah baptisan untuk pengampunan dosa. Yesus tidak berdosa sama sekali, mengapa Ia mau dibaptis? Matius 3:15 memberi penjelasan yaitu agar “menggenapkan seluruh kebenaran”. Apa yang dimaksud dengan kebenaran disini? Pertama, kebenaran yang berhubungan dengan Yesus menanggung dosa-dosa kita di kayu salib (Yesaya 53:6; I Petrus 2:24). Hal itu dipastikan dengan pembaptisanNya oleh YP. Kedua, kebenaran bahwa Yesus menggenapi seluruh hukum Taurat secara sempurna (lihat Matius 5:17). PembaptisanNya menegaskan kebenaran ini.

The person who will transform His people
Ayat 10 mencatat bahwa saat Yesus selesai dibaptis “Roh seperti burung merpati turun ke atasNya”. Dalam kitab Yesaya dikatakan bahwa Mesias memang akan disertai oleh Roh Kudus (Yesaya 11:1-2; 42:1-4). Salah satu karya Roh Kudus adalah mentransformasi kehidupan. Bagi umat Tuhan, Roh Kudus dalam relasi dengan karya Kristus akan melahirbarukan orang berdosa, sehingga mereka dapat percaya kepada Yesus dan hidup bagi kemuliaan Allah. Yesus dalam kuasa Roh Kudus juga akan mentransformasi bumi ini menjadi langit dan bumi yang baru.

The only person who pleases God perfectly
Ayat 11 mencatat Allah Bapa berkata tentang Yesus, “Engkaulah AnakKu yang Kukasihi, kepadaMulah Aku berkenan.” Bangsa Israel dalam PL disebut sebagai “anak Allah”, Tetapi di Matius 2:15 Yesuslah yang disebut sebagai “anak Allah”. Bangsa Israel adalah anak Allah yang gagal, sedangkan Yesus adalah anak Allah yang sempurna. Hanya di dalam Yesus kita dapat berkenan kepada Allah. Oleh sebab itu pastikan baik pada saat kita hidup maupun mati, kita ada di dalam iman yang benar kepada Kristus.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 8 Maret 2020

Leave a Reply