Good news in the midst of trials

posted in: Sermon | 0

Markus 1:1 | Pdt. Paulus Surya

John the Baptist Prepares the Way (Listen)

The beginning of the gospel of Jesus Christ, the Son of God.

Injil Markus ditulis sekitar tahun 60 Masehi, yaitu pada zaman Kaisar Romawi (Nero) menganiaya orang-orang Kristen. Di tengah penderitaan mereka, Markus menuliskan Injil Markus pada mereka untuk menguatkan mereka.

Markus 1:1 merupakan judul sekaligus intisari dari Injil Markus secara keseluruhan. Injil Markus memuat kabar baik tentang Yesus Kristus, Anak Allah, yang akan menguatkan setiap anak Tuhan. Bagaimana bisa?

Sedikitnya ada 3 alasan:

Karena Yesus dapat merasakan penderitaan umatNya
Orang Kristen yang dianiaya saat itu seringkali dipertontonkan di suatu stadion bersama binatang-binatang buas dan liar. Dalam Injil Markus, Yesus juga dikatakan berpuasa di tempat di mana ada binatang-binatang liar di sana (1:12). Orang Kristen saat itu sering dianggap gila / tidak waras, demikian juga Yesus (3:21). Mereka sering dikhianati, demikian juga Yesus dikhianati Yudas Iskariot (3:19). Maka benarlah penulis Ibrani mengatakan bahwa Yesus sanggup merasakan penderitaan kita (Ibrani 4:15).

Karena Yesus jawaban dari persoalan terbesar umatNya
Masalah terbesar manusia adalah dosa yang mendatangkan murka Allah, yaitu hukuman kekal di neraka. Semua masalah di dunia ini tidak sebanding dengan masalah terbesar ini. Hanya dalam Yesus ada penyelesaiian terhadap masalah ini. Dalam Injil Markus, Yesus dikatakan sebagai Pribadi yang dapat mengampuni dosa (2:5, 10:45).

Karena Yesus adalah Allah yang menderita bagi umatNya
Penderitaan Yesus bagi umatNya yang sampai mati di atas kayu salib membuat penderitaan kita dalam iman kepadaNya tidak akan sia-sia. Injil Markus menekankan Yesus sebagai HAMBA yang melayani dan menderita. Keterangan dalam Markus 1:1 bahwa Ia adalah Anak Allah menunjukkan bahwa Ia adalah Allah yang menjadi manusia dan melayani serta menderita sebagai HAMBA yang benar.

Jika kita sudah mengalami keselamatan dalam Yesus, mari kita berikan yang terbaik bagi kemuliaanNya. Dalam Dia, pemberian dan pengorbanan kita tidak akan sia-sia.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 9 Feb 2020