Overcoming Suffering

posted in: Sermon | 0

Mazmur 3:1-9 | Pdt. Paulus Surya

Save Me, O My God (Listen)

A Psalm of David, when he fled from Absalom his son.

  O LORD, how many are my foes!
    Many are rising against me;
  many are saying of my soul,
    “There is no salvation for him in God.” Selah
  But you, O LORD, are a shield about me,
    my glory, and the lifter of my head.
  I cried aloud to the LORD,
    and he answered me from his holy hill. Selah
  I lay down and slept;
    I woke again, for the LORD sustained me.
  I will not be afraid of many thousands of people
    who have set themselves against me all around.
  Arise, O LORD!
    Save me, O my God!
  For you strike all my enemies on the cheek;
    you break the teeth of the wicked.
  Salvation belongs to the LORD;
    your blessing be on your people! Selah

Ada orang mengatakan bahwa dalam hidup pernikahan ada tiga macam rings. Yang pertama, engagement ring, kedua, wedding ring, dan yang ketiga, suffer ring (penderitaan). Kita mungkin tidak memilki rings yang pertama dan kedua, tapi setiap kita pasti memiliki ring yang ketiga. Daud penulis Mazmur 3 ini juga mengalami penderitaan. Ia harus lari meninggalkan istana dan kota Yerusalem karena Absalom, anaknya sendiri, mau merebut kedudukannya sebagai raja.

Mazmur 3 ini mengajarkan bahwa dengan bersandar pada Tuhan, kesulitan apapun dalam hidup kita akan dapat kita atasi. Apa arti bersandar pada Tuhan?

Pray to God
Ayat 2-3 mencatat Daud berdoa mengadukan masalahnya kepada Tuhan: “Ya Tuhan, betapa banyaknya lawanku, banyak yang bangkit menyerang aku. Banyak orang yang berkata tentang aku, ‘baginya tidak ada pertolongan dari Allah.’” 3 kali Daud memakai kata “banyak”. Ini menunjukkan masalahnya yang berat. Namun demikian, ia mendapat kekuatan saat ia bersandar kepada Tuhan dengan berdoa mengadukan masalahnya kepada Tuhan.

Hold on His protection
Bersandar pada Tuhan berarti percaya akan janji perlindunganNya. Daud berkata, “Tetapi Engkau, TUHAN, adalah perisai yang melindungi aku. Engkaulah kemuliaanku dan yang mengangkat kepalaku.” (ayat 4). Bagi kita saat ini, perlindungan TUHAN sudah dinyatakan dengan TUHAN memberikan Yesus mati menyelamatkan kita. Melalui Allah Roh Kudus, TUHAN senantiasa menyertai dan melindungi kita

Finding calmness in the LORD
Saat kita hidup bersandar kepada Tuhan, kita pasti akan mendapatkan ketenangan. Kebenaran ini diungkapkan Daud dalam ayat 6-9. Dengan demikian, Daud ditengah masalahnya yang berat, ia dapat tidur dan juga bangun (ayat 6). Pertolongan Tuhan yang membuat kita tenang sudah nyata dengan Yesus datang ke dunia, mati dan bangkit bagi kita (Roma 8:32). Oleh sebab itu, kita yang hidup bersama dengan Tuhan seharusnya bisa mendapatkan ketenangan dan kekuatan dalam menghadapi penderitaan dan kesulitan hidup.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 12 Januari 2020