Don’t Be Afraid

posted in: Sermon | 0

Kejadian 15:1-6 | Pdt. Paulus Surya

God's Covenant with Abram (Listen)

15 After these things the word of the LORD came to Abram in a vision: “Fear not, Abram, I am your shield; your reward shall be very great.” But Abram said, “O Lord GOD, what will you give me, for I continue childless, and the heir of my house is Eliezer of Damascus?” And Abram said, “Behold, you have given me no offspring, and a member of my household will be my heir.” And behold, the word of the LORD came to him: “This man shall not be your heir; your very own son shall be your heir.” And he brought him outside and said, “Look toward heaven, and number the stars, if you are able to number them.” Then he said to him, “So shall your offspring be.” And he believed the LORD, and he counted it to him as righteousness.

Ada 7 ketakutan yang dialami manusia pada umumnya, yaitu: takut gagal, takut miskin/sengsara, takut hukuman, takut tidak dicintai atau ditolak, takut sakit, takut tua, dan takut mati.

Bagaimana kita bisa mengatasi ketakutan-ketakutan ini dan ketakutan lainnya berdasarkan kebenaran Firman Tuhan?

Kejadian 15:1 mengatakan, “Janganlah takut Abram, Akulah perisaimu, upahmu akan sangat besar.” Perkataan Tuhan ini berlaku bukan hanya bagi Abram tapi juga bagi setiap orang percaya yang adalah keturunan Abraham (lihat Galatia 3:28-29).

Fokus pada Tuhan
Berfokus pada Tuhan dan bukan pada masalah kita adalah salah satu kunci untuk mengatasi ketakutan hidup. Dengan Tuhan mengatakan “Janganlah takut… Akulah…” menunjukkan bahwa Dia mau Abram berfokus pada diriNya, yaitu Allah yang memanggilnya, menyelamatkannya dari raja Mesir, dan membuat Abram dapat menyelamatkan Lot (pasal 12-14). Bagi kita saat ini, dengan berfokus dan bersandar pada Tuhan yang telah menyelamatkan kita, maka kita akan dapat mengatasi ketakutan-ketakutan hidup.

Pegang pada janji perlindungan
Tuhan Tuhan memperkenalkan diri kepada Abraham sebagai perisai. Fungsi perisai adalah untuk melindungi dari serangan musuh. Janji Tuhan kepada Abram adalah membuat keturunannya sangat banyak. Pemenuhan hal ini melewati bertahun-tahun bahkan ratusan dan ribuan tahun. PerlindunganNya akan selalu nyata bagi Abram. Nama Abram berubah menjadi Abraham (Kejadian 17:4) di mana huruf “h” menunjuk pada Allah Yahweh untuk mengingatkan pemeliharaan dan perlindunganNya kepada Abraham dan keturunannya.

Hidup dengan iman
Tuhan menjanjikan upah kepada Abraham di masa depan (“upahmu akan sangat besar”). Ini berarti Abraham diminta untuk beriman kepada Tuhan. Ayat 6 mencatat “percayalah Abram kepada Tuhan, maka Tuhan memperhitungkan hal itu sebagai kebenaran.” Kita juga dipanggil untuk menjalani hidup ini dengan iman kepada Kristus yang membenarkan kita dan menjanjikan berkat yang sangat besar di sorga.

Ringkasan kotbah Pdt Paulus Surya, 5 Jan 2020

Leave a Reply