Grace Upon Grace

posted in: Sermon | 0

Yohanes 1:14-17 | Pdt. Paulus Surya

14 And the Word became flesh and dwelt among us, and we have seen his glory, glory as of the only Son from the Father, full of grace and truth. 15 (John bore witness about him, and cried out, “This was he of whom I said, ‘He who comes after me ranks before me, because he was before me.’”) 16 For from his fullness we have all received, grace upon grace. 17 For the law was given through Moses; grace and truth came through Jesus Christ.

“Firman itu telah menjadi manusia dan diam di antara kita… Kita semua telah menerima kasih karunia demi kasih karunia.” (ayat 14 & 16). Kita yang percaya Yesus dan merayakan Natal adalah orang yang hidup di dalam kasih karunia Allah. Apa artinya hidup dalam kasih karunia Allah?

Bukan berarti hidup tanpa masalah
Rasul Yohanes penulis Injil Yohanes adalah orang yang hidup dalam kasih karunia Allah. Namun ia dibuang ke pulau Patmos dan mengalami penderitaan berat. Yusuf dan Maria yang menjadi orang tua Yesus juga mengalami banyak tantangan bahkan harus lari ke Mesir. Jadi, tidak benar pendapat dari prosperity theology yang mengajarkan bahwa bila kita hidup dalam kasih karunia Allah, kita akan selalu hidup lancar tanpa masalah yang berat.

Berarti di tiap masalah hidup kita ada kasih karuniaNya
Apa artinya “kasih karunia demi kasih karunia” (“grace upon grace”)? Secara singkat ini menunjukkan bahwa semua umat Tuhan baik dalam perjanjian lama, termasuk zaman Musa, dan juga perjanjian baru sampai saat ini, selalu disertai dengan kasih karunia Allah yang puncaknya dalam Kristus Yesus. Jadi, apapun yang terjadi dalam hidup kita, yakinlah bahwa Yesus selalu menyertai dan memimpin hidup kita di tengah-tengah masalah yang kita hadapi.

Berarti masalah terbesar kita sudah diselesaikanNya
Kasih karunia Allah dalam Yesus pada dasarnya menyelesaikan masalah terbesar kita manusia. Apa masalah terbesar kita? Kita orang berdosa pasti akan menerima murka Allah. Usaha manusia seperti apapun tidak akan dapat memenuhi hukum-hukum Tuhan secara sempurna. Jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalah ini adalah kasih karunia Allah dalam Yesus Kristus. Apakah kita sungguh-sungguh telah menerimaNya? Apakah kita mau untuk memberitakanNya?

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tgl. 15 Desember 2019