The Wise Men from the East

posted in: Sermon | 0

Matius 2:1-12 | Pdt. Paulus Surya

The Visit of the Wise Men (Listen)

Now after Jesus was born in Bethlehem of Judea in the days of Herod the king, behold, wise men from the east came to Jerusalem, saying, “Where is he who has been born king of the Jews? For we saw his star when it rose and have come to worship him.” When Herod the king heard this, he was troubled, and all Jerusalem with him; and assembling all the chief priests and scribes of the people, he inquired of them where the Christ was to be born. They told him, “In Bethlehem of Judea, for so it is written by the prophet:

  “‘And you, O Bethlehem, in the land of Judah,
    are by no means least among the rulers of Judah;
  for from you shall come a ruler
    who will shepherd my people Israel.’”

Then Herod summoned the wise men secretly and ascertained from them what time the star had appeared. And he sent them to Bethlehem, saying, “Go and search diligently for the child, and when you have found him, bring me word, that I too may come and worship him.” After listening to the king, they went on their way. And behold, the star that they had seen when it rose went before them until it came to rest over the place where the child was. 10 When they saw the star, they rejoiced exceedingly with great joy. 11 And going into the house, they saw the child with Mary his mother, and they fell down and worshiped him. Then, opening their treasures, they offered him gifts, gold and frankincense and myrrh. 12 And being warned in a dream not to return to Herod, they departed to their own country by another way.

Siapakah para Majus? Ada yang mengatakan mereka adalah orang-orang bijak atau raja-raja dari Media dan Persia waktu itu, yang mengenal baik ilmu perbintangan. Ada juga yang mengatakan bahwa mereka sebenarnya keturunan Yahudi yang ditawan di pembuangan di Babel, yang ahli dalam hal perbintangan.

Siapapun mereka, mereka adalah orang-orang yang memiliki sikap benar dalam menyambut kedatangan Yesus ke dunia. Seperti yang ditunjukkan orang-orang Majus, sikap benar seperti apa saja yang seharusnya kita miliki?

Taat kepada tuntunan Allah (ayat 1-2, 9, 12)
Para Majus taat kepada tuntunan Allah melalui bintang yang Tuhan tunjukkan kepada mereka. Dalam ketaatannya, mereka bersedia menempuh perjalanan berbulan-bulan bahkan setahun lebih. Ayat 12 juga mencatat mereka lebih taat kepada Allah daripada kepada Herodes, yaitu kembali melalui jalan lain.

Memiliki kerinduan bertemu Yesus (ayat 10)
“Ketika mereka melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka.” Mengapa mereka sangat bersukacita? Karena memang itulah tujuan perjalanan mereka mengikuti bintang yang Tuhan tunjukkan. Dalam suasana Natal, apakah kita memiliki kerinduan bertemu secara pribadi dengan Yesus? Milikilah waktu teduh untuk merenungkan Firman Tuhan dan berdoa, sehingga kita dapat “bertemu dengan Yesus”.

Menyembah Yesus (ayat 11)
Yesus yang lahir adalah pribadi yang layak di sembah karena Dia tetap adalah Allah. Penyembahan yang benar di sini meliputi menyembah Dia dengan sukacita dan disertai pemberian yang terbaik. Orang Majus memberikan persembahan yang terbaik berupa emas, kemenyan dan mur. Tapi sesungguhnya persembahan terbaik mereka adalah diri mereka sendiri yang datang menyembah Yesus. Mari di Natal ini kita memberikan pemberian yang terbaik dari apa yang kita punya kepada Yesus, termasuk diri kita yang mau menyembah dan mentaatiNya.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, tgl. 8 Desember 2019