Pentingnya bersandar kepada TUHAN dalam mengatasi masalah hidup

posted in: Sermon | 0

2 Raja-raja 6:14-23 | Elder Roy Sarmidi

14 So he sent there horses and chariots and a great army, and they came by night and surrounded the city.

15 When the servant of the man of God rose early in the morning and went out, behold, an army with horses and chariots was all around the city. And the servant said, “Alas, my master! What shall we do?” 16 He said, “Do not be afraid, for those who are with us are more than those who are with them.” 17 Then Elisha prayed and said, “O LORD, please open his eyes that he may see.” So the LORD opened the eyes of the young man, and he saw, and behold, the mountain was full of horses and chariots of fire all around Elisha. 18 And when the Syrians came down against him, Elisha prayed to the LORD and said, “Please strike this people with blindness.” So he struck them with blindness in accordance with the prayer of Elisha. 19 And Elisha said to them, “This is not the way, and this is not the city. Follow me, and I will bring you to the man whom you seek.” And he led them to Samaria.

20 As soon as they entered Samaria, Elisha said, “O LORD, open the eyes of these men, that they may see.” So the LORD opened their eyes and they saw, and behold, they were in the midst of Samaria. 21 As soon as the king of Israel saw them, he said to Elisha, “My father, shall I strike them down? Shall I strike them down?” 22 He answered, “You shall not strike them down. Would you strike down those whom you have taken captive with your sword and with your bow? Set bread and water before them, that they may eat and drink and go to their master.” 23 So he prepared for them a great feast, and when they had eaten and drunk, he sent them away, and they went to their master. And the Syrians did not come again on raids into the land of Israel.

Elisa dimampukan untuk dapat mengatasi masalah yang menghimpit hidupnya, karena ia bersandar kepada TUHAN. Saat menghadapi masalah di hidupnya, Elisa dicatat berdoa kepada TUHAN tiga kali (ayat 17; 18 dan 20). Doa-doa dari Elisa menunjukkan bahwa ia hidup bersandar kepada TUHAN.

Inti berita dari bagian ini adalah: dengan bersandar kepada TUHAN, kita akan dimampukan untuk dapat mengatasi masalah yang menghimpit di dalam hidup kita.
Hal-hal apa saja yang akan kita mampu lakukan untuk dapat mengatasi masalah tersebut, ketika kita bersandar kepada TUHAN?

1. Kita mampu untuk melihat dengan iman bahwa kuasa penyertaan dari TUHAN jauh lebih besar daripada apapun masalah di hidup kita (6:15-17)
Apapun masalah dan betapapun besarnya masalah di hidup kita, kuasa perlindungan TUHAN jauh lebih besar. Karena itu dalam menghadapi masalah yang menghimpit di hidup kita, kita tidak perlu takut untuk menghadapinya.

2. Kita mampu untuk yakin dan percaya bahwa TUHAN dapat bekerja melampaui akal pikiran kita untuk memberi jalan keluar dari masalah kita (6:18-19)
Jalan keluar yang disediakan TUHAN itu kerap kali tidak masuk logika atau di luar akal pikiran kita. Kalau kita yakin akan kebenaran ini, maka kita tidak perlu kuatir lagi dalam menghadapi masalah apapun.

3. Kita mampu untuk bertindak murah hati dan membayar kejahatan dengan kebaikan kepada orang yang menjahati kita (6:20-23)
Memang tidak mudah bagi kita manusia berdosa untuk berbuat baik kepada mereka yang menjahati kita. Tetapi dengan mengingat dan bersandar kepada kemurahan hati TUHAN, melalui anugerah pengampunan yang ada di dalam Yesus, kita akan dapat melakukannya.

Ringkasan kotbah Elder Roy Sarmidi, tgl. 24 November 2019

Leave a Reply