Iron Sharpens Iron

posted in: Sermon | 0

Amsal 27:17 | Pdt. Paulus Surya

17   Iron sharpens iron,
    and one man sharpens another.

Tuhan menciptakan manusia sebagai makhluk sosial. “Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya yang sepadan dengan dia.” (Kejadian 2:18). Bagi orang yang telah percaya kepada Kristus pun, Tuhan menghendaki supaya kita hidup di dalam komunitas persekutuan. Ibrani 10:25 mengingatkan tentang pertemuan ibadah supaya kita bisa saling menasihati, saling mendorong dalam kasih dan dalam perkerjaan Tuhan.

Amsal 27:17 merupakan salah satu ayat yang mengajarkan tentang pentingnya interaksi di antara kita manusia. “Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya.” Kebenaran-kebenaran rohani apa saja yang bisa kita petik dari ayat ini?

Gesekan merupakan sarana yang mendewasakan
Besi yang saling menajamkan adalah besi yang mengalami gesekan/benturan. Melalui gesekan yang ada, iman dan karakter kita dapat menjadi lebih dewasa. Tentunya hal ini harus kita responi dengan benar. Konflik dengan pasangan hidup (Amsal 27:15-16) jika diresponi dengan benar akan mendewasakan iman dan karakter kita.

Interaksi dengan orang sekeliling kita akan mendewasakan
Dalam berinteraksi dengan sesama (bahasa Ibrani untuk kata “sesama” adalah “rea” yang artinya orang-orang di sekeliling kita), bukan hanya gesekan yang akan mendewasakan, tetapi juga pada saat kita saling memberikan encouragement, support, berdiskusi tentang kebenaran Firman, dll.

Memahami tujuan Tuhan di balik gesekan/interaksi yang terjadi untuk mendewasakan kita
Besi dapat menajamkan besi pasti ada pribadi yang mengaturnya. Demikian juga gesekan/interaksi kita dengan sesama ada pribadi Tuhan yang mengatur/mengizinkannya. Pribadi yang telah menebus kita ini sudah pasti mempunyai tujuan yang terbaik untuk kita. Jadi, pada saat kita mengalami problem dalam relasi dengan sesama, pertanyaan yang penting adalah apa yang harus kita lakukan agar Tuhan dimuliakan sehingga tujuan Tuhan bagi kita tercapai?

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 10 Nov 2019