God’s Loving Kindness & Providence

posted in: Sermon | 0

Esther 1:1-10 | Pdt. Paulus Surya

The King's Banquets (Listen)

Now in the days of Ahasuerus, the Ahasuerus who reigned from India to Ethiopia over 127 provinces, in those days when King Ahasuerus sat on his royal throne in Susa, the citadel, in the third year of his reign he gave a feast for all his officials and servants. The army of Persia and Media and the nobles and governors of the provinces were before him, while he showed the riches of his royal glory and the splendor and pomp of his greatness for many days, 180 days. And when these days were completed, the king gave for all the people present in Susa the citadel, both great and small, a feast lasting for seven days in the court of the garden of the king's palace. There were white cotton curtains and violet hangings fastened with cords of fine linen and purple to silver rods and marble pillars, and also couches of gold and silver on a mosaic pavement of porphyry, marble, mother-of-pearl, and precious stones. Drinks were served in golden vessels, vessels of different kinds, and the royal wine was lavished according to the bounty of the king. And drinking was according to this edict: “There is no compulsion.” For the king had given orders to all the staff of his palace to do as each man desired. Queen Vashti also gave a feast for the women in the palace that belonged to King Ahasuerus.

Queen Vashti's Refusal (Listen)

10 On the seventh day, when the heart of the king was merry with wine, he commanded Mehuman, Biztha, Harbona, Bigtha and Abagtha, Zethar and Carkas, the seven eunuchs who served in the presence of King Ahasuerus,

Pada dasarnya kitab Ester mencatat tentang kasih setia dan pemeliharaan Tuhan yang nyata dalam menyelamatkan dan memelihara umatNya. Apa saja bentuk-bentuk kasih setia dan pemeliharaan Allah dalam kitab Ester ini?

Mengontrol kejadian-kejadian yang sepertinya kebetulan
Kitab Ester dibuka dengan ratu Wasti yang menolak permintaan raja Ahasyweros sehingga ia dipecat dari jabatan ratu (pasal 1). Lalu pasal 2 mencatat Ester memenangkan pemilihan sebagai ratu. Di bagian akhir pasal 2 mencatat Mordekhai mendengar komplotan yang akan membunuh raja sehingga bisa diatasi. Pasal 3-5 mencatat tentang rencana Haman membunuh semua orang Yahudi, sehingga Mordekhai meminta tolong Ester menghadap raja. Pasal 6-10 mencatat bagaimana Tuhan menolong orang Yahudi. Dari peristiwa-peristiwa yang sepertinya kebetulan ini, Allah bekerja mengontrol sejarah sampai datangnya Mesias penyelamat manusia.

Memakai orang biasa menjadi alatNya yang mulia
Ester dan Mordekhai adalah orang Yahudi yang dibuang ke Babel dan kemudian dibawa ke benteng Susan, kerajaan raja Ahasyweros. Meskipun mereka banyak kelemahan, namun tatkala bersandar pada Tuhan, maka Tuhan memakai mereka menjadi alatNya yang mulia menyelamatkan umat Israel dari pembunuhan massal oleh Haman. Mereka ini adalah gambaran dari Penyelamat Israel Sejati, yaitu Yesus yang menyelamatkan umatNya dari kebinasaan karena dosa. Dalam Dia, kita juga dimampukan untuk menjadi alatNya yang mulia.

Mengalahkan musuh umatNya dengan tuntas
Mordekhai adalah keturunan suku Benyamin. Sedangkan Haman adalah keturunan bangsa Amalek. Jaman raja Saul yang juga adalah orang Benyamin, Tuhan sudah memerintahkan untuk membunuh bangsa Amalek karena kebejadan dosa mereka. Raja Saul tidak mentaatinya. Jaman Mordekhai, Tuhan memakai umatNya untuk membinasakan dengan tuntas musuh mereka. Dalam Yesus, kita ada dalam kemenangan tuntas atas musuh hidup kita, yaitu iblis & dosa.

Ringkasan kotbah Pdt. Paulus Surya, 13 Oktober 2019